Mahasiswa USM Luncurkan Campaign Digital “LARASTA”
*Ajak Generasi Muda Lestarikan Tari Tradisional Semarang
METROJATENG.COM, SEMARANG- Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) meluncurkan Campaign Digital bertajuk LARASTA (Lestarikan Ragam Seni dan Tari Tradisional) sebagai upaya meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian tari tradisional khas Semarang melalui media digital.
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, mahasiswa menghadirkan sebuah video dokumenter edukatif yang resmi tayang di YouTube pada 25 Juni 2026. Dokumenter ini diharapkan menjadi media pembelajaran budaya yang mudah diakses masyarakat, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tari tradisional kepada generasi muda.
Proses produksi video dilakukan di ABL Studio Semarang, sebuah sanggar seni yang aktif membina dan mengembangkan tari tradisional. Melalui visual yang menarik, narasi edukatif, serta wawancara dengan pelaku seni, dokumenter tersebut mengulas pentingnya menjaga eksistensi tari tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Selain menampilkan proses pelestarian tari, dokumenter ini juga mengangkat nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap gerakan tari serta pentingnya keterlibatan generasi muda sebagai penerus budaya bangsa.
Tidak hanya mengandalkan platform YouTube, Campaign Digital LARASTA juga memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana penyebaran berbagai konten edukatif mengenai tari tradisional Semarang. Langkah ini dilakukan agar pesan pelestarian budaya dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, khususnya kalangan muda yang aktif di dunia digital.
Melalui campaign ini, mahasiswa USM berharap karya yang dihasilkan tidak sekadar menjadi tugas akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai media informasi, edukasi, sekaligus inspirasi untuk menjaga warisan budaya Indonesia.
Dengan memanfaatkan platform digital, LARASTA diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tari tradisional Semarang sehingga budaya lokal tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang.(ris)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.