Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Haul Agung Sunan Kalijaga, Gus Nasrul: Pengajian Seharusnya Menerangi Hati, Bukan Mematikannya

 

METROJATENG.COM, DEMAK- Puncak peringatan Haul Agung Kanjeng Sunan Kalijaga ke-441 di kompleks Pesarean Agung Sunan Kalijaga, Kadilangu, Demak, Kamis (25/6/2026), ditutup dengan pengajian umum dan santunan bagi 100 anak yatim piatu. Pengajian menghadirkan ulama muda Nahdlatul Ulama, Dr. KH. Nasrulloh Afandi, Lc., M.A. atau yang akrab disapa Gus Nasrul.

Dalam tausiyahnya, Gus Nasrul mengingatkan bahwa tujuan utama pengajian adalah menerangi hati (tanwirul qulub), bukan justru membuat hati menjadi mati (mautul qulub). Ia mengutip Kitab Risalah al-Qusyairiyah yang menegaskan pentingnya majelis ilmu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Fenomena sekarang, banyak pengajian yang terlalu banyak diisi tawa sehingga melupakan substansi. Padahal Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian memperbanyak tertawa, karena memperbanyak tertawa dapat mematikan hati’,” ujar Gus Nasrul mengutip hadis riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Menurut Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) tersebut, humor dalam dakwah diperbolehkan, namun tidak boleh berlebihan hingga menghilangkan nilai-nilai nasihat.

Ia mencontohkan metode dakwah Sunan Kalijaga yang memanfaatkan budaya lokal seperti wayang, gamelan, dan busana adat Jawa sebagai media dakwah untuk membangkitkan kesadaran masyarakat menuju kebaikan, bukan sekadar hiburan.

“Sunan Kalijaga menggunakan budaya sebagai wasilah agar masyarakat mudah menerima ajaran Islam. Metode ini justru membangkitkan hati, bukan mematikannya,” kata pengasuh Pesantren Balekambang Jepara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gus Nasrul juga mengutip pendapat Imam Al-Ghazali mengenai dua jenis kemuliaan, yakni kemuliaan sementara dan kemuliaan dunia-akhirat. Menurutnya, jabatan seperti presiden, gubernur, maupun bupati hanya menghadirkan penghormatan selama masa jabatan. Sebaliknya, para wali, ulama, dan orang saleh tetap dimuliakan meski telah wafat.

Ia juga menegaskan bahwa Sunan Kalijaga merupakan sosok yang memahami nilai-nilai maqashid syariah, yakni tujuan syariat Islam yang berorientasi pada kemaslahatan seluruh umat manusia tanpa membedakan agama, suku, maupun adat istiadat.

Mengutip pandangan Imam Asy-Syatibi dalam kitab Al-Muwafaqat, Gus Nasrul menyampaikan bahwa syariat Islam hadir untuk menjaga kemaslahatan seluruh manusia. Ia juga mengutip nasihat Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari agar umat Islam memilih lingkungan yang mampu membangkitkan semangat berbuat baik dan taat kepada Allah SWT.

Selain pengajian, panitia juga menyerahkan santunan kepada 100 anak yatim piatu sebagai bagian dari rangkaian haul.

Ketua Lembaga Adat Kadilangu Demak, Raden Agus Supriyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus implementasi ajaran Sunan Kalijaga tentang pentingnya berbagi kepada sesama.

“Kami bersyukur masih diberi kesempatan melaksanakan haul ini sekaligus berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim. Semoga menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.(ris)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.