METROJATENG.COM, MAGELANG- Pembacaan tahlil dan Albarzanji menjadi bagian dari peringatan kelahiran ke-125 tahun Bung Karno yang digelar di Pondok Pesantren Putri Al Hidayah 1, Saragan, Rambeanak, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut merupakan rangkaian acara Bulan Bung Karno yang diselenggarakan oleh Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Tengah VI, H. Wibowo Prasetyo, bekerja sama dengan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Magelang.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri atas pengurus Bamusi Kabupaten Magelang, alumni pondok pesantren, serta para santri. Selain pembacaan tahlil dan Albarzanji, acara juga menjadi ruang refleksi untuk mengenang perjuangan dan pemikiran Bung Karno sebagai Proklamator Kemerdekaan sekaligus penggali Pancasila.
Dalam kesempatan tersebut, Wibowo Prasetyo menyampaikan bahwa Bung Karno tidak hanya layak dikenang sebagai tokoh bangsa yang memimpin perjuangan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga sebagai seorang muslim yang memiliki perhatian besar terhadap nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan persatuan.
Menurutnya, hubungan Bung Karno dengan para ulama dan pesantren merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
“Pembacaan tahlil dan Albarzanji merupakan bentuk penghormatan sekaligus doa kepada Bung Karno. Saya mengajak masyarakat diajak untuk mengenang jasa-jasa Bung Karno serta mengambil teladan dari semangat perjuangan beliau dalam membangun bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian,” ujar Wibowo, yang juga salah satu ketua di Pimpinan Pusat Baitul Muslimin Indonesia.
Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al Hidayah 1, KH Ahmad Romadhon, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut Kiai Romadhon, tradisi mendoakan para pendahulu merupakan bagian dari budaya keagamaan yang telah lama hidup di lingkungan pesantren.
“Bung Karno adalah tokoh besar bangsa yang memiliki jasa luar biasa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sudah sepantasnya generasi hari ini mengenang jasa beliau sekaligus mengirimkan doa terbaik agar Allah SWT menerima seluruh amal baiknya,” ujarnya.
KH Ahmad Romadhon menambahkan bahwa Bung Karno juga memiliki kedekatan historis dengan dunia Islam dan para ulama. Banyak sisi pemikiran Bung Karno yang lahir dari dialog panjang dengan para tokoh Islam dan lingkungan pesantren.
Ia mengatakan, seringkali Bung Karno dikenal sebagai tokoh politik. Padahal beliau juga banyak berdialog dengan ulama dan memiliki perhatian besar terhadap nilai-nilai keislaman dalam kehidupan berbangsa. Karena itu, kegiatan tahlil dan Albarzanji seperti ini menjadi cara yang baik untuk menghadirkan kembali sosok Bung Karno secara lebih utuh di tengah masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Wibowo berharap semangat Bulan Bung Karno tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, persatuan, gotong royong, dan pengabdian kepada rakyat sebagaimana diwariskan Bung Karno kepada bangsa Indonesia.(ris)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.