Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

JKN Jadi Penopang Asa Adelina dalam Perjuangan Panjang Melawan Talasemia

METROJATENG.COM, SEMARANG – Di balik senyumnya yang hangat, tersimpan perjuangan panjang yang sudah dimulai sejak usia sembilan tahun. Adelina Puspitasari (30), warga Borobudur, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, telah bersahabat dengan talasemia sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Di tengah perjuangan itu, kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penopang harapan yang tak pernah putus.

Saat kecil, Adelina kerap merasa lemas, pusing, dan tampak pucat. Sang ibu membawanya ke puskesmas, dan kala itu ia diduga hanya mengalami anemia biasa. Namun kondisi tak kunjung membaik meski sudah mendapat penanganan awal dan transfusi darah di rumah sakit.

“Beberapa bulan kemudian badan saya kembali drop. Setelah dicek, hemoglobin saya hanya empat. Dari situ dilakukan pemeriksaan HbE dan akhirnya saya divonis talasemia,” kenangnya saat ditemui di kediamannya, Senin (23/02).

Vonis tersebut menjadi titik awal perjalanan panjangnya menjalani transfusi darah rutin. Kini, sebagai ibu satu anak, Adelina tetap menjalani hidup dengan disiplin menjaga kesehatan dan menjalani transfusi setiap dua minggu sekali di Rumah Sakit dr. Kariadi.

“Setelah transfusi, badan terasa jauh lebih enak. Jadi kuncinya memang rutin dan menjaga pola hidup,” ujarnya.
Bagi Adelina, akses layanan kesehatan bukan lagi hal yang mengkhawatirkan. Ia terdaftar sebagai peserta JKN melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang dibiayai Pemerintah Kota Semarang. Selama bertahun-tahun menjalani pengobatan, ia mengaku tak pernah mengalami kendala berarti.

“Alhamdulillah dari tindakan, obat-obatan, sampai transfusi semua terlayani dengan baik. Apalagi waktu saya hamil dulu, UHC ini benar-benar sangat membantu keluarga kami,” tuturnya.
Biaya pengobatan talasemia yang tidak sedikit—mulai dari transfusi rutin hingga konsumsi obat jangka panjang—membuatnya semakin bersyukur menjadi peserta JKN. Ia tak bisa membayangkan jika harus menanggung seluruh biaya tersebut secara mandiri.

Adelina juga mengapresiasi berbagai kemudahan yang kini dirasakan peserta, termasuk perpanjangan rujukan yang dapat dilakukan langsung di rumah sakit bagi pasien talasemia. Menurutnya, inovasi tersebut sangat memudahkan pasien dengan kebutuhan terapi jangka panjang.

Lebih dari sekadar jaminan kesehatan, Program JKN telah menjadi bagian dari perjalanan hidup Adelina dalam melawan penyakitnya. Dengan penuh harap, ia ingin program ini terus hadir dan menguatkan masyarakat, khususnya para pejuang penyakit katastropik.

“Saya sangat berterima kasih. Dengan adanya BPJS Kesehatan dan UHC, pengobatan saya dari dulu sampai sekarang bisa terus berjalan. Semoga program ini selalu ada untuk orang-orang yang membutuhkan,” tutupnya dengan senyum optimistis. (*)

Comments are closed.