Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

PLN Tegaskan Komitmen Zero Accident, Tutup Bulan K3 2026 dengan Simulasi Penyelamatan di Ketinggian

METROJATENG.COM, SEMARANG – PT PLN (Persero) menutup rangkaian Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 melalui Apel Penutupan yang digelar di PLN Unit Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan (UPDL) Semarang pada Jumat (13/2).

Kegiatan ini menjadi refleksi sekaligus penguatan komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan di seluruh lini operasional.

Apel diikuti 250 personel yang terdiri dari jajaran manajemen dan tim pelaksana teknik. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Teknologi, Engineering & Keberlanjutan Evy Haryadi, Direktur Distribusi Arsyadany G. Akmalaputri, serta Direktur Transmisi & Rencana Bisnis Edwin Nugraha Putra.

Dalam sambutannya, Direktur Teknologi, Engineering & Keberlanjutan Evy Haryadi menekankan bahwa K3 merupakan fondasi utama dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

“Bulan K3 bukan sekadar agenda tahunan. Ini adalah momentum untuk memastikan bahwa setiap proses kerja dijalankan dengan standar keselamatan tertinggi. Kita ingin budaya patuh prosedur, disiplin, dan saling mengingatkan menjadi kebiasaan yang melekat dalam setiap aktivitas operasional,” ujarnya.

Aksi Nyata di Lapangan
Mengusung konsep action oriented, penutupan Bulan K3 tidak hanya diisi amanat dan laporan kegiatan, tetapi juga demonstrasi langsung di lapangan. Simulasi Cek Kesiapan Yantek (Pelayanan Teknik) diperagakan dengan penuh semangat, disertai yel-yel keselamatan yang menggugah antusiasme peserta.

Selanjutnya, tim menampilkan simulasi Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), yang memperlihatkan standar prosedur kerja pada jaringan listrik aktif dengan mengedepankan aspek keamanan personel.

Momen paling menyita perhatian adalah peragaan penyelamatan personel di ketinggian. Dalam skenario tersebut, tim PDKB dari PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta melakukan evakuasi cepat terhadap pekerja yang mengalami kondisi darurat saat berada di atas tiang listrik. Proses evakuasi dilakukan secara terstruktur, mulai dari pengamanan lokasi hingga penurunan korban secara aman sesuai standar operasional.

Simulasi ini menjadi gambaran nyata kesiapan teknis dan respons cepat petugas dalam menghadapi risiko kerja bertegangan tinggi.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta, Bramantyo Anggun Pambudi, menyampaikan bahwa keselamatan adalah nilai yang tidak dapat ditawar.

“Keselamatan harus menjadi kesadaran kolektif. Risiko pekerjaan kelistrikan sangat tinggi, termasuk saat bekerja di ketinggian. Karena itu, kompetensi, kesiapan alat, serta kepatuhan terhadap prosedur menjadi kunci utama untuk mencegah kecelakaan,” tegasnya.

Budaya Keselamatan yang Mengakar
Pemilihan UPDL Semarang sebagai lokasi penutupan memiliki makna strategis. Sebagai pusat pendidikan dan pelatihan, unit ini menjadi tempat lahirnya generasi penerus insan PLN yang dibekali kompetensi teknis sekaligus nilai keselamatan kerja sejak dini.

Dengan berakhirnya rangkaian Bulan K3 Nasional 2026, PLN kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan target zero accident dan operational excellence, serta memastikan bahwa semangat “Bekerja dengan Selamat” menjadi budaya yang hidup dan mengakar di seluruh unit kerja perusahaan. (*)

Comments are closed.