Recover your password.
A password will be e-mailed to you.
METROJATENG.COM, JAKARTA — Komisi IV DPR RI menilai Indonesia membutuhkan sebuah agenda besar yang melampaui kebijakan teknis untuk menjawab berbagai krisis lingkungan yang terus berulang di sejumlah daerah. Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet menegaskan perlunya “gerakan nasional pemulihan ekologi” sebagai respons atas meningkatnya bencana banjir, longsor, dan kerusakan hutan.
Menurut Slamet, kerusakan lingkungan tidak bisa dipandang sebagai kejadian insidental atau masalah tahunan. Ia menyebut persoalan tersebut telah berlangsung lama dan saling terkait, sehingga membutuhkan pendekatan menyeluruh, baik di level kebijakan, pengawasan, maupun budaya publik.
“Kita harus melihat persoalan ini sebagai akumulasi kerusakan yang terus dibiarkan. Pemulihan ekologi bukan hanya soal regulasi atau teknis lapangan, tetapi soal kesadaran dan komitmen nasional,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Slamet meminta Kementerian Kehutanan menjadi instansi yang memimpin perubahan paradigma tersebut. Ia menekankan bahwa persoalan lingkungan perlu disikapi bukan sekadar melalui proyek rehabilitasi, melainkan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, DPR, masyarakat, hingga pelaku usaha.
Ia juga menegaskan pentingnya mengubah cara pandang terhadap hutan dan fungsi ekologisnya, mengingat tingginya laju deforestasi serta lemahnya kontrol terhadap aktivitas yang merusak kawasan lindung.
“Kalau komitmen ini benar-benar dijalankan, kita bisa mencegah pengulangan bencana, mempercepat pemulihan hutan, dan membangun ekosistem yang lebih tahan terhadap perubahan iklim,” tambah Slamet.
Usulan tersebut menjadi salah satu sorotan utama rapat kerja, yang juga membahas evaluasi kebijakan kehutanan, upaya rehabilitasi lahan kritis, serta penguatan mitigasi bencana hidrometeorologi yang diprediksi meningkat beberapa tahun ke depan. Dengan dorongan ini, Komisi IV berharap pemerintah segera merumuskan langkah konkret dan konsisten untuk membangun fondasi pemulihan lingkungan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Recover your password.
A password will be e-mailed to you.
Comments are closed.