Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

BLTS 2025 Hampir Tersalur Tuntas, Kemensos Perkuat Akurasi Data dan Partisipasi Publik

METROJATENG.COM, JAKARTA — Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) 2025 terus menunjukkan progres signifikan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengumumkan bahwa hingga akhir November, bantuan telah diterima oleh 28.101.261 keluarga penerima manfaat (KPM). Angka ini disebut sebagai salah satu capaian terbesar dalam penyaluran bansos tahun berjalan.

“Penyaluran BLTS Kesra hari ini yang datanya sudah tuntas itu 28 juta lebih. Insyaallah akhir minggu atau minggu depan semuanya bisa tersalur,” ujar Gus Ipul .

Penyaluran dilakukan melalui dua jalur utama, yakni Bank Himbara yang menyalurkan 15.816.039 KPM dan PT Pos Indonesia yang menangani 12.285.222 KPM. Menurut Kemensos, kombinasi saluran digital dan non-digital dianggap efektif menjangkau masyarakat di wilayah perkotaan hingga pedalaman.

Verifikasi Ketat untuk 6–7 Juta KPM

Meski angka realisasi sudah tinggi, Kemensos masih memproses verifikasi lanjutan terhadap sekitar 6–7 juta KPM. Proses ini melibatkan pemerintah daerah, pendamping sosial, Dinas Sosial, hingga perangkat desa dan kelurahan. Verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian data dengan basis data Badan Pusat Statistik (BPS).

“Data yang 6–7 juta itu masih kita verifikasi bersama daerah. Setelah itu akan kita kembalikan ke BPS untuk pedoman penyaluran tahap akhir tahun 2025,” kata Gus Ipul.

Verifikasi mencakup pengecekan status kelayakan, penggantian KPM yang tidak lagi memenuhi syarat, hingga pemutakhiran desil kesejahteraan. Dari data sementara, KPM pada desil 1–4 masuk kategori prioritas penerima, sedangkan desil 5–10 dinilai tidak memenuhi kriteria.

Kemensos menggunakan setiap momentum penyaluran sebagai kesempatan untuk “ground check”. Pendamping sosial melakukan kunjungan ke warga untuk mengecek kondisi riil di lapangan, memastikan bantuan tepat sasaran, dan mengurangi potensi ketidaktepatan data.

“Kalau ini kita lakukan terus, insyaallah data semakin akurat dan bantuan makin tepat sasaran,” ujar Gus Ipul.

Terkait penempelan stiker rumah penerima bansos yang ramai dibicarakan publik, Gus Ipul menegaskan bahwa langkah itu merupakan inisiatif lokal. Namun, dampaknya dirasa positif karena memicu warga untuk mengevaluasi status mereka.

“Ada sebagian yang kemudian mengundurkan diri. Itu kami hormati dan apresiasi. Ini menumbuhkan kesadaran baru di masyarakat,” ujar Gus Ipul.

Comments are closed.