Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

SIAPIK, Langkah Nyata Pemkot Semarang Dongkrak UMKM Naik Kelas

Berharap Dapat Direplikasi UMKM Daerah

METROJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan berdaya saing. Melalui program SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Informasi Keuangan), ratusan pelaku usaha lokal kini mendapat kesempatan untuk memperkuat kemampuan bisnis sekaligus membangun jejaring usaha yang lebih luas.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Semarang, Ima Kurnia Dewi,  menuturkan  SIAPIK hadir sebagai bentuk inovasi pembinaan UMKM yang lebih terarah dan menyeluruh.

“Selama ini memang banyak program pendampingan dari berbagai dinas dan pihak eksternal. Tapi melalui SIAPIK, data dan potensi UMKM bisa dihimpun secara menyeluruh, sehingga pembinaan dan treatment-nya lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Menurut Ima, program SIAPIK tidak hanya berorientasi pada peningkatan omzet, melainkan juga pada perubahan mindset dan manajemen usaha. Peserta dibimbing agar memahami dasar-dasar keuangan, strategi pemasaran, serta membangun jejaring dengan lembaga keuangan.

“Banyak peserta yang awalnya belum paham bagaimana mengelola usaha dengan baik. Setelah ikut program ini, mereka lebih percaya diri dan siap naik kelas,” tambahnya.

Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional Daerah  (Dekranasda) Kota Semarang, Syanas Nadya Winanto Putri, menambahkan  salah satu kunci keberhasilan SIAPIK adalah adanya komitmen peserta. Dari 125 pendaftar,  hanya 40 yang berkomitmen penuh menjalani pelatihan hingga tuntas.

“Kami ingin membentuk pelaku usaha yang bukan hanya bisa berjualan, tetapi juga memiliki manajemen yang baik. Karena itu setiap peserta menandatangani surat komitmen dan diwajibkan aktif mengikuti pendampingan selama tiga bulan,” jelas Syanas.

Dalam program ini, peserta dinilai berdasarkan inovasi produk, keaktifan, dan progres usaha. Produk hasil pelatihan juga dipamerkan di sejumlah lokasi strategis, termasuk hotel-hotel di Kota Semarang, sebagai bentuk promosi nyata bagi pelaku UMKM.

Syanas menuturkan, perubahan positif mulai terlihat. Banyak peserta kini mampu menyusun pembukuan sederhana, mengatur modal, dan memahami pentingnya strategi pemasaran digital.

“Yang paling membahagiakan, mereka jadi lebih percaya diri untuk mengakses permodalan ke perbankan. Padahal sebelumnya banyak yang ragu dan tidak tahu caranya,” ungkapnya.

Program SIAPIK  merupakan pilot project Walikota Semarang dan  dirancang untuk terus berlanjut dan dikembangkan menjadi model pembinaan berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain. Pemerintah Kota Semarang ingin menjadikan program ini sebagai pondasi kuat dalam membangun ekosistem UMKM yang kolaboratif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

“Ini sejalan dengan visi Wali Kota Semarang “Maju Bareng”. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus saling menguatkan agar UMKM menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tutupnya. (*)

Comments are closed.