Menikmati Manisnya Salak Langsung dari Pohon di Lereng Merapi
METROJATENG.COM, MAGELANG — Desa Wisata Pawon Salak di Dusun Nganggrung, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, menghadirkan pengalaman wisata unik yang menggabungkan edukasi pertanian dan rekreasi alam. Wisatawan yang datang tak hanya menikmati panorama pedesaan yang asri di lereng Gunung Merapi, tetapi juga bisa merasakan langsung sensasi memetik dan mencicipi buah salak segar dari pohonnya.
Mayoritas warga desa ini berprofesi sebagai petani salak. Tak heran, beragam jenis salak unggulan tumbuh subur di kawasan ini—mulai dari salak pondoh nglumut yang terkenal manis dan renyah, hingga varietas lain seperti salak madu, salak manggala, salak hitam, dan salak gading. Keberagaman tersebut menjadikan Pawon Salak sebagai salah satu destinasi agrowisata favorit di Magelang.
“Rasanya seru sekali bisa menikmati salak langsung dari pohonnya. Salak pondoh nglumutnya manis, renyah, dan daging buahnya tebal,” ujar salah satu wisatawan, Siti Ma’rifah, usai mengikuti tur petik salak bersama rombongannya.
Tak hanya sekadar berwisata, pengunjung juga mendapat pengalaman belajar mengenai budidaya salak. Mulai dari cara menanam, merawat, hingga memanfaatkan hasil panen menjadi berbagai produk olahan. Edukasi singkat ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan keluarga maupun pelajar.
Selain menikmati buah segar, wisatawan juga bisa mencicipi berbagai produk UMKM lokal berbahan dasar salak, seperti keripik, dodol, kopi, hingga sirup salak. Semua produk tersebut dibuat oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Edelweis Desa Kamongan, yang menjadi garda terdepan dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Selama ini kami berkolaborasi dengan UMKM desa dan wilayah sekitar Kecamatan Srumbung. Tujuannya agar manfaat wisata ini juga dirasakan masyarakat secara luas,” jelas Nurudin, pengelola Desa Wisata Pawon Salak.
Harga tiket masuk kawasan wisata ini pun cukup terjangkau, yakni sekitar Rp15.000 per orang. Dengan harga tersebut, pengunjung sudah mendapatkan fasilitas pemandu, kegiatan petik salak, serta makan di tempat. Namun, jika wisatawan ingin membawa hasil petikan pulang, harganya akan disesuaikan dengan harga pasar saat itu.
Setiap akhir pekan dan musim liburan, Pawon Salak selalu dipadati wisatawan dari berbagai daerah. Suasana sejuk khas pedesaan berpadu dengan pengalaman edukatif menjadikan destinasi ini tak sekadar tempat rekreasi, tetapi juga wadah pembelajaran tentang pertanian berkelanjutan dan ekonomi kreatif lokal.
Comments are closed.