Pasar Wonogiri Terbakar, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
METROJATENG.COM, WONOGIRI – Asap hitam pekat menyelimuti langit Kota Wonogiri, Senin (6/10/2025) pagi, ketika kobaran api melalap sebagian besar bangunan Pasar Kota Wonogiri. Dalam hitungan menit, pusat aktivitas ekonomi ribuan warga itu berubah menjadi lautan bara.
Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengungkapkan bahwa kebakaran pertama kali diketahui petugas jaga malam yang mencium bau benda terbakar. Sumber api ternyata berasal dari kios lantai dua, yang cepat membesar karena banyaknya bahan mudah terbakar di sekitar lokasi.
“Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di fitting lampu,” jelas Fuad.
Upaya pemadaman berlangsung dramatis. Puluhan mobil pemadam kebakaran dari berbagai wilayah di Soloraya dikerahkan, dibantu personel BPBD, TNI, Polri, PMI, SAR, hingga relawan. Api baru benar-benar bisa dikendalikan menjelang pagi, meski proses pendinginan masih dilakukan untuk mencegah bara tersisa menyala kembali.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, dampak ekonominya luar biasa besar. Data sementara Dinas KUKM dan Perdagangan mencatat, 972 los dan 275 kios hangus terbakar, dengan total lebih dari 1.300 pedagang terdampak langsung.
Menanggapi bencana ini, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama jajaran langsung menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, mulai 6 hingga 19 Oktober 2025. Keputusan itu diambil setelah rapat lintas sektoral di kompleks Setda.
“Dengan status kedaruratan ini, sejumlah langkah cepat segera dijalankan, mulai dari pembersihan puing, verifikasi pedagang terdampak, hingga penyiapan lokasi pasar darurat,” kata Setyo Sukarno.
Ia menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memulihkan roda ekonomi para pedagang. “Pasar lumpuh total, sehingga kami harus segera menyediakan tempat sementara agar aktivitas jual beli bisa kembali berjalan,” ujarnya.
Selain menyiapkan pasar darurat, Pemkab juga akan melaporkan kejadian tersebut kepada Gubernur Jawa Tengah dan kementerian terkait untuk meminta dukungan serta bantuan pemulihan. Kajian teknis terhadap struktur bangunan pasar juga akan dilakukan guna menentukan langkah rekonstruksi ke depan.
Meski puing-puing pasar masih mengepulkan asap, semangat para pedagang Wonogiri belum padam. Sebagian di antara mereka sudah mulai menggelar dagangan seadanya di tepi jalan, berharap roda rezeki bisa kembali berputar secepatnya.
Comments are closed.