Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Saham Syariah: Investasi Halal dengan Pertumbuhan Menjanjikan

METROJATENG.COM, SEMARANG – Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi, investasi menjadi salah satu cara utama untuk mengembangkan kekayaan. Di antara berbagai instrumen yang tersedia, saham syariah kian menarik perhatian, khususnya bagi investor yang ingin tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, jumlah investor saham syariah terus melonjak. Dari 44.536 investor pada 2018, kini menjadi 151.560 investor per Juli 2024. Angka ini mencatat kenaikan lebih dari 200 persen hanya dalam enam tahun.

Saham syariah adalah saham yang diterbitkan perusahaan dengan kegiatan usaha sesuai syariat Islam. Artinya, dana investor tidak boleh digunakan pada bisnis yang diharamkan, seperti alkohol, perjudian, narkotika, atau pornografi. Selain itu, perusahaan harus menghindari praktik riba, spekulasi berlebihan, dan penipuan.

Ada beberapa kriteria penting yang menentukan sebuah saham bisa disebut syariah:

  • Aktivitas perusahaan tidak bertentangan dengan prinsip Islam.

  • Total utang maksimal 45% dari total aset.

  • Pendapatan non-halal maksimal 10% dari total pendapatan.

  • Terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES).

Di Indonesia, saham syariah diakui lewat dua jalur:

  1. Saham yang diterbitkan perusahaan publik syariah sesuai aturan OJK No.17/POJK.04/2015.

  2. Saham yang lolos seleksi syariah berdasarkan OJK No.35/POJK.04/2017.

Keuntungan Investasi Saham Syariah

Mengapa saham syariah semakin diminati? Berikut beberapa alasannya:

  1. Sesuai Syariat Islam
    Bebas dari riba, perjudian, dan ketidakpastian berlebihan. Cocok bagi investor yang ingin investasi halal.

  2. Pembagian Keuntungan Adil
    Sistem bagi hasil (dividen) mencerminkan prinsip keadilan dalam ekonomi syariah, dengan transparansi tinggi.

  3. Tahan Jangka Panjang
    Karena tidak terkait bisnis yang berisiko tinggi atau tidak etis, saham syariah lebih stabil untuk investasi jangka panjang.

  4. Pertumbuhan Menjanjikan
    Minat yang terus meningkat mendorong perkembangan pasar saham syariah di Indonesia.

  5. Diversifikasi Portofolio
    Investor bisa masuk ke berbagai sektor halal, seperti makanan, minuman, teknologi, hingga energi terbarukan.

Saham syariah bukan hanya memberikan peluang keuntungan, tetapi juga menjaga prinsip moral dan etika dalam berinvestasi. Dengan pertumbuhan yang terus meningkat, instrumen ini bisa menjadi pilihan tepat bagi investor yang ingin berinvestasi secara berkelanjutan sekaligus sesuai dengan ajaran Islam.

Comments are closed.