Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Ratusan Siswa di Banyumas Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis, Distribusi MBG Dihentikan Sementara

METROJATENG.COM, BANYUMAS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya jadi upaya mendukung kesehatan pelajar justru menimbulkan masalah di Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Lebih dari seratus siswa dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah usai menyantap menu MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanglewas Kidul.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Banyumas, Taryono, mengungkapkan data sementara mencatat ada sekitar 115 siswa yang terdampak. Mereka berasal dari sejumlah sekolah, mulai dari TK hingga SD.

“Dari TK ada sekitar 30 anak, dari SD N Kediri ada 20 hingga 30 siswa, dan ada juga dari SD N Pangebatan. Angka ini bisa bertambah karena masih ada sekolah lain yang belum melaporkan,” jelas Taryono.

Atas kejadian ini, Dinas Pendidikan segera berkoordinasi dengan pengelola program MBG. Hasilnya, operasional dapur SPPG Karanglewas Kidul diputuskan untuk dihentikan sementara, sembari menunggu evaluasi lebih lanjut.

“Mulai Senin depan akan dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk dilaporkan ke BGN regional Jawa Tengah,” ujarnya.

Dampak kasus ini cukup luas. Beberapa sekolah memilih menolak distribusi MBG. SD N Pangebatan dan SD N Kediri, misalnya, tidak menerima kiriman makanan pada Jumat karena sebagian murid mereka masih belum masuk sekolah akibat kondisi kesehatan.

“Kepala sekolah mengambil keputusan menolak MBG dulu sampai kondisi anak-anak benar-benar pulih,” tambah Taryono.

Menurutnya, dapur SPPG Karanglewas Kidul sebenarnya memproduksi lebih dari 3.000 porsi makanan setiap hari, untuk disalurkan ke berbagai jenjang sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD, MI, SMP, hingga SMK.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Banyumas juga tengah melakukan investigasi. Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, dr Dani Esti Novia, membenarkan adanya dugaan keracunan massal ini.

“Informasi awal ada sekitar 70 siswa yang mengalami gejala mual, muntah, hingga tidak masuk sekolah. Tim kami turun ke lapangan untuk memastikan penyebab pastinya,” ungkap Dani.

Meski sebagian besar siswa sudah membaik, kasus ini memicu kekhawatiran orang tua murid. Pemerintah pun menegaskan pengawasan distribusi MBG akan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Comments are closed.