GIIAS Semarang 2025 Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif di Jawa Tengah
METROJATENG.COM,SEMARANG – Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2025 resmi dibuka hari ini. Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, ajang ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan industri otomotif di Jawa Tengah sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perkembangan teknologi kendaraan terbaru.
Gubernur Jawa Tengah Akhmad Luthfi menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pijakan penting dalam mendorong pertumbuhan arus transportasi, khususnya kendaraan bermotor. Selain memberikan wawasan publik mengenai perkembangan otomotif, pameran ini juga diharapkan mampu menghadirkan transaksi yang berdampak positif bagi perekonomian daerah.
“Jawa Tengah saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi 5,4898% per bulan, di atas rata-rata nasional. Kondisi ini tentu berdampak pada industri otomotif. Meskipun volume kendaraan belum sepenuhnya sebanding dengan ketersediaan infrastruktur jalan, pembangunan jalan nasional, provinsi, kabupaten, dan kota sudah berjalan cukup mantap. Hal ini harus diimbangi dengan pertumbuhan kendaraan untuk mendukung mobilitas orang dan barang sebagai bagian dari distribusi ekonomi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memberikan insentif pajak kepada perusahaan dengan kontribusi pembelian kendaraan di atas kuota tertentu. Menurutnya, langkah ini menjadi salah satu keunggulan Jawa Tengah dan diharapkan mampu menjadi pendorong peningkatan transaksi otomotif.
Sementara itu, Ketua Harian Gaikindo, Anton Kemal Kumonty, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Tengah atas dukungan nyata terhadap industri otomotif.
“Semarang bukan hanya ruang pamer kendaraan terbaru, tetapi juga platform strategis yang mendorong pertumbuhan industri otomotif. Jawa Tengah konsisten masuk lima besar provinsi dengan penyebaran kendaraan bermotor terbanyak di Indonesia, dengan kontribusi sebesar 5,2% pada kuartal I tahun 2025,” jelas Anton.
Ia menambahkan, Jawa Tengah memiliki posisi penting sebagai pusat industri komponen kendaraan dan karoseri yang mempertegas peran strategis dalam ekosistem otomotif nasional.
Meski tahun 2025 penuh tantangan, optimisme tetap menguat berkat antusiasme masyarakat. Hal ini terlihat dari penyelenggaraan GIIAS sebelumnya di BSD City dan Surabaya yang mencatat pertumbuhan pengunjung sekaligus transaksi positif.
“Semangat inilah yang kami bawa ke Semarang. Kami yakin industri otomotif Indonesia dapat melewati tantangan dan kembali bangkit,” pungkas Anton. (*)
Comments are closed.