Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Ribuan Tukik Diselamatkan, Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap Jadi Pusat Edukasi Internasional

METROJATENG.COM, CILACAP – Setiap pagi, Jumawan berjalan menyusuri bibir Pantai Sodong, Cilacap. Bukan untuk mencari ikan, melainkan berburu jejak penyu yang baru saja bertelur. Dengan hati-hati, ia menggali pasir untuk mengamankan telur-telur itu, sebelum jatuh ke tangan yang salah.

“Kalau tidak ditangani dengan benar, telur penyu bisa gagal menetas. Karena itu, saya harus bergerak lebih cepat dari siapa pun,” tuturnya.

Sejak 2019, pria yang kini menjadi Ketua Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap itu mendedikasikan hidupnya untuk menyelamatkan penyu dari ancaman kepunahan. Jalan yang ditempuhnya tidak mudah. Ia pernah berhadapan dengan kebiasaan masyarakat dan nelayan yang masih mengonsumsi telur penyu, karena dipercaya dapat meningkatkan vitalitas.

Tak jarang, Jumawan harus merogoh kocek sendiri untuk membeli telur penyu dari warga agar bisa diselamatkan. Namun, perlahan upayanya membuahkan hasil. “Sekarang kesadaran masyarakat sudah tinggi. Jarang sekali yang mengonsumsi telur penyu,” katanya.

Hasilnya pun nyata. Hingga tahun ini, sudah ada lebih dari 60 penyu yang bertelur, dengan jumlah telur yang berhasil diselamatkan mencapai 4 ribu butir. Ribuan tukik juga telah dilepasliarkan ke laut.

Tukik sudah bisa dilepas pada usia 1-2 bulan, karena sudah pandai menyelam dan bisa mencari makan sendiri. Namun, terkait keberlangsung tukik-tukik tersebut di alam bebas, Jumawan menyatakan, sedikit banyak campur tangan manusia juga berpengaruh. Sebab, jika tukik terbawa ombak dan kembali terdampar di pantai, maka tetap ada kemungkinan tertangkap tangan manusia. Tinggal bagaimana manusia memperlakukan tukik tersebut.

“Membangun kesadaran masyarakat tidak bisa instan, karena itu jika memasuki musim penyu bertelur yaitu pada bulan Mei-Juni-Juli, kita akan turun untuk melakukan edukasi melalui forum-forum pertemuan ataupun dengan turun langsung menemui mereka”, terangnya.

Suport Pertamina

Keberhasilan Nagaraja bukan hanya soal menjaga penyu tetap lestari. Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah yang hadir sejak 2020 membuat konservasi ini berkembang menjadi pusat penelitian dan edukasi. Fasilitas pun terus bertambah, mulai dari ruang penetasan, pusat edukasi, hingga kolam sentuh untuk penyu hijau dan penyu sisik.

Spv Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Risky Diba Avrita, menegaskan komitmen pihaknya menjaga populasi penyu.

“Cilacap adalah daerah penting bagi pendaratan penyu. Kami ingin memastikan generasi mendatang masih bisa melihat satwa laut langka ini,” katanya.

Comments are closed.