Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Strategi 4K Jadi Andalan BI Purwokerto Redam Inflasi dan Jaga Stabilitas Ekonomi

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Bank Indonesia (BI) Purwokerto menempatkan strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif) sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Banyumas Raya. Pendekatan ini menjadi bagian integral dari kebijakan BI dalam mewujudkan sistem keuangan yang tangguh dan ekonomi yang berkelanjutan.

Kepala Unit Data Statistik dan Kehumasan Kantor Perwakilan BI Purwokerto, Alnopri Hadi, menyebutkan bahwa 4K bukan sekadar konsep, tetapi telah diterjemahkan dalam aksi nyata, mulai dari pemantauan harga harian, penguatan pasokan bahan pokok, hingga sinergi dengan pemerintah daerah.

“Inflasi bukan hanya soal angka, tapi dampaknya nyata bagi masyarakat. Maka, kami pastikan keterjangkauan harga dan pasokan tetap terjaga, terutama untuk komoditas pangan yang sensitif,” jelasnya dalam Capacity Building Wartawan Banyumas Raya.

Strategi 4K juga diperkuat dengan pemanfaatan digitalisasi data harga secara real-time serta kerja sama lintas daerah untuk memastikan distribusi bahan pangan tetap lancar.

Salah satu bentuk nyata penerapan 4K adalah hasil pertemuan tingkat tinggi High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah awal Juli lalu. BI mendorong penguatan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), kolaborasi antardaerah, serta pemanfaatan sarana logistik untuk meredam gejolak harga di pasar.

Inflasi Stabil, Ekonomi Tumbuh

Berdasarkan data BI, inflasi tahunan (year-on-year) Juni 2025 di Purwokerto tercatat 2,00 persen, dan 2,18 persen di Cilacap. Kenaikan ini terutama dipicu oleh berkurangnya pasokan pascapanen serta lonjakan permintaan saat Idul Adha dan libur sekolah.

Meski demikian, kinerja ekonomi tetap menunjukkan tren positif. Ekonomi Banyumas Raya tumbuh 2,35 persen pada Triwulan I 2025, dengan sektor industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan sebagai kontributor utama. Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Purwokerto berada di angka 122,5, naik dibanding bulan sebelumnya dan berada di atas rata-rata nasional.

Selain fokus pada inflasi dan harga pangan, BI juga terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memastikan sistem pembayaran dan sistem keuangan berjalan lancar. Semua langkah ini dilakukan dengan prinsip independensi, namun tetap menjalin koordinasi erat bersama pemerintah.

“Kolaborasi adalah kunci. BI tidak bisa bekerja sendiri, maka keterbukaan informasi dan sinergi lintas sektor terus kami dorong agar ketahanan ekonomi daerah tetap terjaga,” tegas Alnopri.

Comments are closed.