103 Koperasi Merah Putih Siap Luncur Serentak, Tumbuhkan Ekonomi Desa dari Akar
METROJATENG.COM, JAKARTA – Pemerintah akan meresmikan 103 titik percontohan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada 21 Juli 2025 secara serentak dan daring. Program ambisius ini digagas Kementerian Koperasi dan UKM sebagai fondasi ekonomi kerakyatan baru di pelosok Tanah Air.
“Koperasi ini bukan sekadar tempat simpan pinjam. Ini pusat layanan ekonomi rakyat. Di sinilah gerakan gotong royong ekonomi kita dibangun,” tegas Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi dalam keterangannya.
Dalam struktur Koperasi Merah Putih, tersedia berbagai unit layanan, dari gerai sembako, apotek murah, klinik desa, hingga pengelolaan logistik. Tak hanya itu, koperasi juga ditunjuk menjadi penyalur berbagai bantuan pemerintah, mulai dari PKH, gas bersubsidi, hingga pupuk subsidi untuk petani.
Sebanyak 103 koperasi yang akan diluncurkan merupakan model percontohan (mockup) dari lebih dari 81 ribu Kopdes/Kel yang telah dibentuk secara nasional melalui musyawarah desa khusus (musdesus). Dari jumlah itu, lebih dari 77 ribu koperasi sudah mengantongi badan hukum.
“Model ini akan jadi cetak biru yang bisa direplikasi desa lain. Kami siapkan ekosistemnya agar berjalan berkelanjutan,” tambah Budi Arie.
Peluncuran ini juga tak lepas dari dukungan berbagai institusi keuangan seperti BRI, BNI, Mandiri, BSI, dan LPDB-KUMKM, yang siap mengalirkan dana usaha. Pemerintah tengah menyiapkan regulasi pembiayaan koperasi agar mudah diakses, namun tetap mengutamakan akuntabilitas dan dampak langsung ke masyarakat.
Fokus pada Pendampingan dan Digitalisasi
Setelah peluncuran, tugas besar lainnya menanti: pendampingan dan pelatihan. Satgas Nasional akan mengawal langsung pengembangan unit usaha koperasi, termasuk pelatihan manajemen, digitalisasi, dan peningkatan kapasitas SDM.
“Desa harus jadi pusat pertumbuhan baru. Lewat koperasi ini, ekonomi rakyat tumbuh dari bawah—kuat, mandiri, dan tahan krisis,” tutup Menkop Budi Arie.
Comments are closed.