Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Beli Mobil Lelang di JBA Semarang Dijamin Aman dan Nyaman

Januari-Mei 2025 PT JBA Berhasil Melelang 16.000 Mobil dan 1.900 Motor

METROJATENG.COM, SEMARANG – Membeli mobil di tempat lelang bagi masyarakat umum,  bila tidak tahu prosesnya akan membuat binggung dan takut kemahalan. Namun PT JBA Indonesia cabang Semarang, kini hadir untuk membantu masyarakat membeli kendaraan bermotor dengan sistim lelang yang transparan, mudah, aman dan nyaman.

Sistim lelang yang transparan ini , dari Januari-Mei 2025, PT JBA berhasil menjual 18.000 kendaraan bermotor. Jumlah ini terdiri dari lebih dari 16.000 mobil baik mobil penumpang maupun komersial dan lebih dari 1.900 motor dari berbagai merek.

Tan Hung Pau, Regional Operation Head Area Jawa JBA Indonesia, menjelaskan pembelian mobil dengan lelang di JBA sangat mudah dan aman. Masyarakat dapat langsung datang ke JBA atau melakukan transaksi dengan online. Kendaraan bermotor yang dilelang juga dapat dicoba lebih dulu dan dilakukan pengecekan terhadap body maupun mesin kendaraan bermotor.

Sistim lelang yang dilakukan secara transparan ini membuat konsumen nyaman. Pasalnya sebelum kendaraan bermotor dilelang, PT JBA sudah melakukan pemeriksaan awal, diantaranya pemeriksaan surat-surat kendaraan seperti BPKB, STNK, bahkan apakah mobil tersebut masih dalam penjaminan hutang atau tidak.

“Tidak heran dengan transparansi ini setiap ada jadwal ratusan orang hadir untuk melakukan transaksi. Di Semarang bila ada lelang jumah peserta yang datang langsung ke JBA mencapai 200 lebih peserta. Jumlah ini belum termasuk yang mengikuti secara online,” katanya.

Ditambahkan Tan Hung Pau, seluruh kendaraan yang dilelang berasal dari perusahaan pembiayaan, logistik, rental, asuransi, hingga pemilik perorangan. Dari sisi penjualan perorangan, JBA Semarang telah melayani ratusan penitip  perorangan yang menitipkan mobil, motor, maupun kendaraan niaga.

“Unit titipan perorangan di JBA Semarang saat ini didominasi oleh kendaraan penumpang seperti Toyota Avanza, Toyota Innova, dan Mitsubishi Pajero. Untuk kendaraan niaga, unit yang dilelang bervariasi, mulai dari Mitsubishi Colt Diesel FE 74 HDV, Toyota Dyna 130 HT 4.0, hingga Hino 110 SDL 4.0. Sementara di segmen roda dua, Yamaha Lexi, Yamaha Nmax, dan Honda Beat menjadi unit yang paling banyak dititipkan. Rata-rata penjualan untuk unit perorangan mencapai 48% setiap bulannya,” ujarnya.

TRANSPARAN – Tan Hung Pau, Regional Operation Head Area Jawa JBA Indonesia (kanan) dan Johan Wijaya, Sales & Marketing Division Head JBA Indonesia, saat menjelaskan proses lelang di PT JBA kepada media. (redmetrojateng)

 

Johan Wijaya, Sales & Marketing Division Head JBA Indonesia menyampaika, rasio penjualan rata-rata kendaraan bekas lebih dari 35% untuk segmen mobil. Sementara itu, pada segmen roda dua, JBA Semarang mencatat rasio penjualan hingga 60% dari Januari hingga mei 2025

“Saat ini, preferensi unit lelang di Semarang masih terfokus pada kendaraan jenis MPV dan city car. Lima mobil yang paling banyak dicari antara lain Toyota Avanza, Honda Brio, Toyota Calya, Daihatsu Sigra, dan Toyota Innova. Sementara untuk kategori motor, Honda Beat, Scoopy, Vario, Gear 125, dan Beat Street menempati posisi teratas,” tambahnya.

Dijelaskan JBA Semarang yang sudah beroperasi sejak tahun 2015 ini, rutin menggelar lelang mobil setiap hari Kamis, serta lelang motor dua minggu sekali. Proses lelang dilakukan secara hybrid, yaitu langsung di cabang atau mengikuti secara online melalui aplikasi dan situs resmi JBA.

JBA Semarang memiliki area pool seluas lebih dari 14.756 meter persegi yang dapat menampung hingga 550 mobil dan 700 motor. Didukung jaringan layanan lelang berupa pool kendaraan yang mencakup area Tegal , Yogyakarta dan Purwokerto, JBA Semarang terus memperluas akses bagi masyarakat di berbagai wilayah.

“JBA Semarang saat ini menguasai market share mobil bekas sekitar 53% dari total penjualan di sekitar 7 balai lelang yang beroperasi di wilayah Semarang. Sementara itu, untuk motor bekas, pangsa pasarnya mencapai sekitar 38% dari total penjualan di sekitar 6 balai lelang yang beroperasi di wilayah ini dari januari 2025 hingga mei 2025,” ujar Johan Wijaya.

Menyinggung pengurusan surat-surat seperti balik nama, menurut Wijaya, konsumen yang akan mengurus sendiri. Hal ini dikarenakan PT JBA merupakan jasa lelang saja.

“Untuk pengurusan balik nama kendaraan bermotor , diserahkan kepada pemenang lelang (pembeli), karena JBA hanya jasa lelang saja,” jelas Wijaya

JBA Semarang ke depan akan lebih fokus menargetkan diversifikasi unit lelang dari pemilik perorangan, guna membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk menjual kendaraannya secara aman dan transparan melalui sistem lelang. (*)

 

Comments are closed.