Ziarah Penuh Makna: Bambang Wuryanto Ajak Kader PDI Perjuangan Kembali Resapi Semangat Bung Karno
METROJATENG.COM, SEMARANG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Ir. Bambang Wuryanto MBA mengatakan, agenda berziarah ke makam Bung Karno di Blitar pada Sabtu (21/6/2025) lalu, bukan sekadar ritual mengenang sang proklamator. Namun, ziarah tersebut juga menjadi panggung refleksi mendalam tentang makna kepemimpinan dan nasionalisme sejati.
Politisi senior ini menyebut ziarah ini sebagai “penyegaran ideologis” yang penting dilakukan di tengah tantangan zaman. Di hadapan ribuan kader yang hadir, ia mengajak untuk kembali meneladani nilai-nilai perjuangan Bung Karno, bukan hanya sebagai sejarah, tetapi sebagai pedoman hidup dan dasar dalam mengabdi kepada rakyat.
“Bung Karno mengajarkan bahwa kemerdekaan bukan hanya soal mengusir penjajah, tetapi tentang membangun persatuan dan mencintai rakyat sepenuh hati. Ini bukan nostalgia, ini peringatan akan tanggung jawab ideologis kita,” tegasnya.
Bambang Patjul (sapaan akrabnya), juga menekankan pentingnya tiga nilai besar peninggalan Bung Karno yang relevan hingga kini: nasionalisme yang tulus sebagai fondasi perjuangan, keadilan sosial sebagai makna sejati dari kemerdekaan, dan persatuan dalam keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Menurutnya, ketiga nilai ini bukan sekadar warisan sejarah, tetapi kompas moral yang harus dihidupkan kembali dalam setiap langkah kebijakan dan tindakan nyata.
Kegiatan ini tak hanya diisi dengan doa dan tabur bunga, tetapi juga dialog ideologis di antara kader, mempertegas komitmen PDI Perjuangan untuk melanjutkan perjuangan Bung Karno dalam bentuk nyata: kebijakan yang berpihak pada rakyat dan persatuan nasional yang kuat.
“Bung Karno percaya pada kekuatan rakyat. Kita pun harus percaya bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh keberanian kita menjaga nilai-nilai itu,” ungkapnya.
Ziarah ini menegaskan bahwa perjuangan belum selesai. Di tengah dinamika politik dan sosial yang kian kompleks, semangat Bung Karno menjadi kompas moral yang tak lekang oleh waktu. Sebuah ajakan terbuka bagi seluruh anak bangsa: kembali pada akar, kembali pada semangat juang yang menyatukan Indonesia.
Comments are closed.