Lengger Bicara 2025 Suguhkan Satria Swarna Banyumas dalam Pertunjukan Kolosal
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Pertunjukan kolosal bertajuk “Satria Swarna Banyumas” siap menjadi penutup meriah rangkaian acara Lengger Bicara 2025, yang digelar pada Minggu malam, (22/6/2025). Sebanyak 300 penari dari berbagai sanggar dan sekolah akan ambil bagian dalam pementasan tersebut.
Rangkaian acara yang telah berlangsung sejak Jumat (20/6/2025) ini mencakup Art Camp, Festival Lengger Bicara, dan pertunjukan seni lintas genre. Ketua panitia, Dewi Anggyaning Tyas, menjelaskan bahwa tahun ini mengangkat tema besar sebagai penghormatan terhadap para tokoh seni dan budaya Banyumas.
“Tema ‘Satria Swarna Banyumas’ dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada figur penting seperti Ahmad Tohari dan penari lengger lanang Riyanto,“ jelasnya saat jumpa pers, Sabtu (21/6/2025).
Pertunjukan kali ini menonjolkan kekuatan kolaborasi budaya. Menurut koordinator acara, Bagoes Satrio, lengger dipadukan dengan berbagai seni tradisi seperti ebeg, gondolio, barongsai, hingga calungsai dalam konsep yang matang dan terpadu.
“Tahun ini fokus pada kualitas pertunjukan. Satria Swarna benar-benar disiapkan sebagai suguhan berkelas yang menyatukan banyak unsur budaya,” ujar Bagoes.
Penonton juga akan disuguhi drama tari musikal yang mengangkat kisah Srinthil dari novel “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari. Sementara dalam segmen Mahakarya Nusantara, 100 penari akan menampilkan tarian dari berbagai daerah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, suatu bentuk perayaan kebhinnekaan dalam satu panggung.
Sebagai bentuk penghargaan, acara puncak juga menghadirkan “Tribute to Maestro“ bagi tiga tokoh seni Banyumas, yaitu Ahmad Tohari (sastra), Narsih (penari lengger), dan R Soetedja (musisi).
Dengan kekuatan artistik dan penghormatan terhadap warisan budaya, Lengger Bicara 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas kesenian Banyumas.
Comments are closed.