Legislator Apresiasi Penangkapan Admin Grup ‘Fantasi Sedarah’
METROJATENG.COM, JAKARTA – Penangkapan enam orang pelaku di balik grup Facebook bertema inses “Fantasi Sedarah” dan “Suka Duka” menuai respons tegas dari DPR RI. Anggota Komisi III, Abdullah, menyebut tindakan cepat Bareskrim Polri sebagai langkah krusial untuk menghentikan normalisasi perilaku menyimpang di ranah digital.
Grup yang diketahui memiliki puluhan ribu anggota ini bukan sekadar forum diskusi, tapi menjadi ladang subur penyebaran konten pornografi dan kekerasan seksual, termasuk terhadap perempuan dan anak di bawah umur.
“Kalau grup seperti ini dibiarkan, masyarakat, khususnya anggotanya, akan terbiasa melihat penyimpangan sebagai sesuatu yang wajar. Ini bahaya besar untuk moral dan hukum kita,” tegas Abdullah.
Menurut politisi dari Dapil Jawa Tengah VI itu, keberadaan grup tersebut justru menciptakan ekosistem dukungan sesama pelaku yang saling melegitimasi tindakan bejat mereka. “Ini bukan cuma soal pelanggaran hukum, tapi juga soal degradasi moral secara massal.”
Polisi bergerak cepat. Tim dari Dittipidsiber Bareskrim bersama Ditsiber Polda Metro Jaya meringkus enam pelaku di sejumlah daerah di Jawa dan Sumatera. Mereka diduga kuat menjadi admin sekaligus pengunggah aktif konten-konten berisi kekerasan seksual, termasuk dokumentasi eksploitasi anak.
Barang bukti seperti ponsel, komputer, SIM card, serta dokumen digital yang memuat konten terlarang telah diamankan pihak kepolisian.
“Langkah sigap ini harus diapresiasi. Polisi tak hanya menangkap pelaku, tapi juga menyampaikan pesan kuat: Tidak ada tempat aman bagi predator seksual, bahkan di dunia maya,” kata Abdullah.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan. Menurutnya, penyelidikan ini bisa menjadi pintu masuk untuk memahami lebih dalam motif serta jaringan para pelaku.
“Kita butuh kerja sama lintas sektor. Komnas Perempuan, Komnas Anak, Kemenkominfo, BSSN, hingga pengelola platform media sosial harus duduk bersama,” lanjutnya.
Abdullah menyebut hasil investigasi nantinya bisa dijadikan dasar memperbaiki sistem pengawasan dan penindakan terhadap konten-konten menyimpang yang beredar di internet.
“Bongkar tuntas jaringan ini. Tangkap semua pelakunya, hukum seberat-beratnya, dan pastikan masyarakat tahu bahwa negara hadir untuk melindungi mereka, terutama anak-anak dan perempuan,” tegasnya.
Comments are closed.