Trafik Data Indosat Naik 16 Persen, Penguatan Jaringan 5G Jadi Andalan di Jateng
Bisnis Indosat Tumbuh 11 Persen
METROJATENG.COM, SEMARANG – Kebutuhan internet yang terus meningkat mendorong operator telekomunikasi memperkuat jaringan sekaligus mencari sumber pertumbuhan bisnis baru. PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) merespons tren tersebut melalui pengembangan jaringan 5G, personalisasi layanan berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga ekspansi bisnis komputasi awan.
Upaya itu sejalan dengan kinerja perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Indosat mencatat pertumbuhan trafik data 16 persen secara tahunan menjadi 14.829 petabyte hingga September 2026. Pada periode yang sama, rata-rata pendapatan per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan meningkat 16,5 persen menjadi Rp46.000.
Peningkatan tersebut mencerminkan besarnya kebutuhan konektivitas di tengah aktivitas digital masyarakat yang semakin beragam, mulai dari komunikasi dan hiburan hingga pekerjaan serta pengembangan usaha.
Head of Circle Java IOH, Fadh Yudhanegara, mengatakan penggunaan internet di kalangan anak muda terus berkembang seiring perubahan gaya hidup dan kemajuan teknologi.
Menurut dia, Semarang menjadi salah satu kota yang memiliki potensi besar dalam perkembangan ekonomi digital. Kebutuhan jaringan tidak lagi terbatas pada komunikasi, tetapi juga mendukung kreativitas, produktivitas, dan aktivitas usaha.
“Pertumbuhan anak-anak muda yang mengakses internet luar biasa. Kebutuhan digital juga semakin beragam mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Indosat terus memperkuat layanan di berbagai wilayah Jawa Tengah, mulai dari Cilacap, Brebes hingga Pekalongan. Perusahaan juga mendorong kolaborasi dengan media dan kreator konten untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi digital.
Uji Koneksi untuk Berbagai Aktivitas
Head of Region Central Java IOH, Joko Tri Wibowo, mengatakan kualitas jaringan perlu menjawab kebutuhan pelanggan yang menggunakan internet untuk banyak aktivitas secara bersamaan.
Dalam demonstrasi di Semarang, Indosat memperagakan penggunaan sejumlah layanan digital, mulai dari menonton Netflix, mengakses TikTok, mengunduh gim, menjelajahi internet, hingga bermain Mobile Legends.
Simulasi tersebut menggambarkan kebutuhan koneksi di rumah ketika anggota keluarga menjalankan aktivitas digital yang berbeda pada waktu bersamaan.
Joko mengatakan mobilitas pekerjaan yang mengharuskannya berkeliling ke berbagai kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta juga membuat koneksi internet menjadi kebutuhan penting.
Melalui penguatan jaringan, Indosat berupaya mendukung aktivitas pelanggan, baik untuk bekerja, belajar, berkomunikasi maupun menikmati hiburan digital.
Selain jaringan seluler, perusahaan memperkenalkan solusi internet rumah menggunakan modem yang mendukung jaringan 5G. Perangkat tersebut dirancang agar dapat digunakan tanpa instalasi kabel hingga ke rumah, selama lokasi pelanggan terjangkau jaringan yang tersedia.
Head of Growth Java IOH, Adiyanto Adhi Kusumo, menyampaikan bahwa solusi ini ditujukan bagi keluarga maupun pelaku usaha yang membutuhkan akses internet praktis.
Dalam pemaparan produk, modem untuk penggunaan di rumah pada lokasi tetap ditawarkan dengan harga promo Rp899.000. Indosat juga menghadirkan paket internet unlimited seharga Rp250.000 per bulan.
Sementara untuk layanan seluler, tersedia berbagai pilihan paket kuota, termasuk paket 50 GB seharga Rp100.000 dan 150 GB seharga Rp200.000. Pilihan paket 10 GB seharga Rp13.000 juga menyasar pelanggan yang membutuhkan akses internet dengan anggaran lebih terjangkau.
Pendapatan Tumbuh Dua Digit
Penguatan layanan konektivitas tersebut didukung kinerja bisnis yang positif. Indosat membukukan pendapatan Rp45,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
EBITDA perusahaan mencapai Rp21,1 triliun, sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 37,2 persen menjadi Rp4,9 triliun.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bisnis inti telekomunikasi menjadi fondasi utama bagi perusahaan untuk memperkuat pengalaman pelanggan sekaligus membiayai pengembangan bisnis baru.
Menurutnya, perusahaan terus mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum untuk menjaga daya saing, sekaligus memanfaatkan AI guna menghadirkan layanan yang lebih relevan bagi pelanggan.
Strategi tersebut dilakukan melalui pendekatan hyper-personalization, yakni pemanfaatan data dan AI untuk memahami kebutuhan pelanggan serta menawarkan layanan yang lebih sesuai dengan perilaku penggunaan mereka.
Bisnis AI Cloud Bidik USD100 Juta
Di luar bisnis telekomunikasi, Indosat mulai memperlihatkan kontribusi komersial dari pengembangan teknologi AI.
Pendapatan solusi Indosat AI Cloud mencapai USD50 juta pada sembilan bulan pertama 2026. Capaian itu melampaui pendapatan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta.
Perusahaan memperkirakan pendapatan AI Cloud dapat mencapai USD100 juta hingga akhir 2026, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap komputasi AI dan layanan cloud.
Untuk mendukung pengembangan ekosistem tersebut, Indosat mengintegrasikan konektivitas, jaringan fiber, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan korporasi.
Perusahaan juga mengembangkan jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer melalui RAIA Grid dan infrastruktur AI melalui Zankore by Indosat. Selain itu, Indosat menghadirkan Intelligence Suite melalui kemitraan dengan F5 untuk membantu pelanggan korporasi mengakses dan mengelola penggunaan model serta infrastruktur AI.
Vikram mengatakan investasi AI mulai memberikan kontribusi bisnis yang nyata. Perusahaan ingin memastikan teknologi tersebut dapat diakses lebih luas sekaligus menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang.
Bagi Indosat, penguatan jaringan telekomunikasi dan pengembangan AI berjalan beriringan. Konektivitas tetap menjadi penopang utama bisnis, sementara layanan AI membuka peluang pendapatan baru di tengah pertumbuhan ekonomi digital.
Di Jawa Tengah, penguatan jaringan diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin bergantung pada internet. Pada saat yang sama, perkembangan teknologi membuka peluang bagi pelaku usaha dan generasi muda untuk memanfaatkan layanan digital dalam meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar. (*
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.