PGN Gencarkan Edukasi Gas Bumi di Surabaya, Lontar Bidik Perluasan Jaringan hingga 10 RW
METROJATENG.COM, SURABAYA – Memperluas jaringan gas bumi tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Pemahaman masyarakat mengenai manfaat, cara penggunaan, hingga aspek keselamatan juga menjadi kunci agar layanan energi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Upaya itulah yang terus dilakukan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui Sales and Operation Region III (SOR III) Area Surabaya. Perusahaan kembali menggelar sosialisasi manfaat dan keselamatan penggunaan gas bumi bagi pelanggan dan calon pelanggan di Kelurahan Lontar, Surabaya, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang dikemas secara interaktif itu menjadi sosialisasi ketujuh yang diselenggarakan PGN Area Surabaya sepanjang 2026. Berbagai aktivitas, mulai dari senam bersama, lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan PAUD, hingga lomba memasak menggunakan gas bumi, menjadi sarana untuk mendekatkan layanan energi tersebut kepada masyarakat.
Di balik kegiatan yang berlangsung meriah itu, PGN membawa pesan penting: masyarakat perlu memahami bukan hanya manfaat gas bumi untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga cara menggunakannya secara aman sesuai prosedur.
Area Head Surabaya PGN SOR III, Arief Nurrachman, mengatakan sosialisasi menjadi sarana komunikasi langsung antara perusahaan dan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, warga dapat memperoleh informasi mengenai layanan jaringan gas bumi (jargas), proses pemasangan, serta keselamatan penggunaannya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat semakin mengenal manfaat gas bumi, memahami aspek keselamatan penggunaannya, sekaligus memperoleh informasi mengenai layanan jaringan gas bumi yang tersedia di wilayahnya,” ujar Arief.
Menurut dia, edukasi tersebut semakin penting seiring dengan perluasan jaringan gas bumi di Surabaya. Masyarakat perlu mengetahui wilayah yang telah terjangkau jaringan, tahapan pemasangan, serta prosedur penggunaan agar dapat memanfaatkan layanan secara tepat.
Perluas Jaringan Secara Bertahap
Pengembangan jaringan gas bumi di Jawa Timur telah berlangsung sejak 1996 dan terus diperluas secara bertahap. Di Surabaya, PGN menjalankan penugasan pengembangan jargas dengan target 59.900 sambungan pada periode 2025–2026.
Dari target tersebut, realisasi pengembangan telah mendekati 50.000 sambungan. Menjelang akhir tahun, PGN terus mengintensifkan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target yang telah ditetapkan.
Kelurahan Lontar menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam pengembangan tersebut. Sekitar 4.500 sambungan tercatat dalam target pengembangan jargas periode 2025–2026 di kawasan ini.
Namun, jaringan gas bumi belum menjangkau seluruh wilayah Lontar. Dengan sekitar 30.000 rumah tangga yang tersebar di 16 RW, perluasan jaringan harus dilakukan secara bertahap mengikuti perencanaan pembangunan.
“Pada 2026, terdapat lima RW yang sedang dalam proses pemasangan jaringan gas bumi. Untuk pengembangan selanjutnya, kami juga telah mengusulkan perluasan jaringan di 10 RW pada 2027, dengan realisasi yang akan menyesuaikan perencanaan dan persetujuan program terkait,” jelas Arief.
PGN juga melakukan sosialisasi secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, RW, hingga RT. Langkah ini diharapkan dapat memastikan informasi mengenai manfaat, proses pemasangan, dan keselamatan penggunaan gas bumi tersampaikan secara lebih luas.
Selain Lontar, pengembangan jaringan gas bumi di Surabaya juga mencakup Kandangan, Sememi, Simo Mulyo Baru, Manukan Kulon, Manukan Wetan, Gunung Anyar, Menur, dan Mojo.
Warga Berharap UMKM Ikut Menikmati Manfaat
Antusiasme masyarakat terhadap pengembangan jaringan gas bumi di Lontar mendapat sambutan positif dari pemerintah kelurahan. Meski demikian, warga perlu memahami bahwa pemasangan tidak dapat dilakukan serentak karena harus mengikuti tahapan program dan pembangunan jaringan.
Lurah Lontar, Iwan Ahmadi, mengatakan warga menyambut baik rencana perluasan layanan tersebut. Menurut dia, masyarakat telah mengenal kenyamanan penggunaan gas bumi, tetapi masih menantikan kesempatan agar jaringan dapat menjangkau rumah mereka.
“Warga kami sebenarnya sangat antusias. Mereka sudah memahami kenyamanan dan aspek keselamatan penggunaan gas bumi. Hanya saja, karena ini merupakan program pemerintah, pemasangannya tidak bisa dilakukan sekaligus dan harus bertahap,” kata Iwan.
Ia berharap perluasan jaringan tidak hanya memberikan manfaat bagi rumah tangga, tetapi juga mendukung kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya.
Menurut Iwan, keberadaan UMKM di setiap RW membuat perluasan akses energi menjadi peluang untuk mendorong kegiatan usaha yang lebih efisien. Ketersediaan gas bumi diharapkan dapat membantu pelaku usaha menjalankan aktivitas produksi dengan lebih praktis dan nyaman.
“Harapan kami, ke depan jaringan gas bumi bisa menjangkau seluruh warga. Di setiap RW terdapat UMKM. Dengan tersambungnya jaringan gas bumi, kami berharap kegiatan usaha masyarakat bisa lebih efisien, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Bagi PGN, perluasan jargas dan edukasi keselamatan merupakan dua hal yang saling melengkapi. Infrastruktur membuka akses terhadap energi, sementara pemahaman masyarakat menjadi bekal untuk memanfaatkannya dengan benar.
Melalui sosialisasi berkelanjutan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, PGN berharap semakin banyak warga Surabaya yang dapat menikmati manfaat gas bumi. Di Lontar, harapan tersebut kini beriringan dengan rencana perluasan jaringan ke lebih banyak RW, agar akses energi dapat menjangkau lebih banyak keluarga dan pelaku usaha. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.