KWT Gumi Lestari Ikuti Pelatihan Hidroponik, Bersiap Kelola Greenhouse BMM
METROJATENG.COM, CILACAP- Kelompok Wanita Tani (KWT) Gumi Lestari mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Hidroponik yang digelar LAZNAS Baitulmaal Muamalat (BMM) melalui Program Bangun Desa Unggul (BDU) di Kampung Zakat Kelurahan Gumilir, Cilacap Utara.
Pelatihan yang berlangsung Sabtu (19/9/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya BMM meningkatkan kapasitas anggota KWT sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia sebelum greenhouse yang akan dibangun BMM di wilayah tersebut mulai dimanfaatkan.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai budidaya hidroponik. Selanjutnya, peserta mendapatkan pengantar program dari Fasilitator BMM, Dimas Erlangga, yang menjelaskan tujuan, tahapan, serta target pelatihan.
Menurut Dimas, penguatan kapasitas sejak awal menjadi bagian penting agar anggota KWT memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mengelola budidaya hidroponik. Bekal tersebut diharapkan dapat menunjang pengelolaan greenhouse secara optimal ketika fasilitas tersebut selesai dibangun dan siap digunakan.
Dukungan terhadap kegiatan juga disampaikan Pemerintah Kelurahan Gumilir dan Pengurus Kampung Zakat. Peserta didorong mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh sehingga pelatihan tidak hanya menjadi kegiatan teoritis, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas budidaya sehari-hari.
Sesi utama menghadirkan Mubarokah sebagai narasumber. Peserta mendapatkan materi mengenai tahapan budidaya hidroponik, mulai dari penyemaian, pemeliharaan tanaman, hingga pemasaran dan penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP).
Peserta juga diajak mulai berpraktik menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di lingkungan rumah. Dalam sesi diskusi, peserta aktif bertanya mengenai siklus pertumbuhan tanaman selada hidroponik, mulai dari penyemaian hingga masa panen.
Narasumber menjelaskan, selada hidroponik umumnya dapat dipanen sekitar 35–45 hari setelah semai, tergantung kondisi budidaya. Konsistensi pemberian nutrisi dan pengelolaan air menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan serta kualitas tanaman.
Setelah materi dan diskusi, peserta mengikuti post-test untuk mengevaluasi perkembangan pemahaman setelah mengikuti pelatihan. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari anggota KWT Gumi Lestari serta foto bersama.
Salah satu anggota KWT Gumi Lestari, Indah, menyambut positif pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan menjadi pengetahuan baru dan mendorong dirinya untuk segera mempraktikkan budidaya hidroponik di rumah.
Anggota lainnya, Daryati, berharap greenhouse yang dibangun melalui dukungan BMM dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat RW 07 sekaligus mendukung pengembangan Kelurahan Gumilir.
Sementara Santi menilai pelatihan memberikan pengalaman baru dalam merawat tanaman hidroponik. Ia berharap anggota KWT dapat terus belajar dan menerapkan pengetahuan tersebut secara bersama-sama.
Usai pelatihan teknis, Program Bangun Desa Unggul selanjutnya memasuki tahap pembangunan greenhouse yang akan ditandai dengan peletakan batu pertama. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi sarana produktif bagi KWT Gumi Lestari dalam mengembangkan usaha, memanfaatkan lahan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Melalui program tersebut, BMM bersama Pengurus Kampung Zakat dan Pemerintah Kelurahan Gumilir berupaya memperkuat kapasitas KWT Gumi Lestari secara bertahap, mulai dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan, pembangunan sarana produksi, hingga pendampingan pemanfaatan greenhouse.
Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pemberdayaan perempuan, pemanfaatan lahan produktif, pemenuhan gizi keluarga, serta pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.