Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Transaksi Rupiah Borobudur Playon Diprediksi Tembus Rp 10 Miliar

Mampu Dongkrak ekonomi dan Pariwisata Kawasan

METROJATENG.COM, MAGELANG – Ajang Rupiah Borobudur Playon 2026 tidak hanya menjadi event olahraga, tetapi juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di kawasan Borobudur. Penyelenggara menargetkan perputaran transaksi selama kegiatan 4-5Juli 2026,  mencapai Rp5 miliar hingga Rp10 miliar dengan dukungan lebih dari 10.000 pengunjung hadir.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan penyelenggaraan Rupiah Borobudur Playon dirancang untuk memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari peningkatan penjualan UMKM, okupansi hotel, hingga sektor kuliner dan transportasi.

“Kami memperkirakan kegiatan ini dapat menarik lebih dari 10.000 pengunjung. Dengan jumlah tersebut, transaksi ekonomi yang tercipta diharapkan mencapai Rp5 miliar sampai Rp10 miliar. Kami berharap seluruh pihak ikut mendukung agar capaian tersebut bahkan bisa melampaui target,” ujarnya disela acara edukasi Cinta Bangga dan Paham Rupiah dihadapan ribuan peserta Runner Rupiah Borobudur Playon, Minggu (5/7/2026) di pelataran Candi Birobudur Magelang.

Untuk mendorong transaksi, Bank Indonesia menghadirkan 53 stan yang didominasi pelaku UMKM makanan dan minuman, produk fesyen, perlengkapan olahraga, kesehatan, hingga layanan dari berbagai instansi. Kehadiran bazar tersebut diharapkan mampu memperluas pasar bagi produk lokal sekaligus meningkatkan penggunaan transaksi digital.

APRESIASI – Sekertaris Daerah Pemerintah Provinsi Jateng beri Aprisiasi ke BI Jateng atas kontribusi pada kegiatan Rupiah Borobudur Playon yang mampu menggerakkan ekonomi Jateng. (tya/redmetrojateng)

 

Selain menggerakkan ekonomi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi. Bank Indonesia menyediakan gerakan pangan murah dengan harga bersubsidi serta mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan produk pangan olahan, seperti cabai dan bawang olahan, sebagai alternatif ketika harga komoditas mengalami kenaikan.

Noor menambahkan, Rupiah Borobudur Playon juga membawa misi sosial. Seluruh dana yang diperoleh dari biaya pendaftaran peserta akan disalurkan untuk mendukung pengembangan masyarakat di kawasan Borobudur. Tahun ini nilai donasi diperkirakan menembus lebih dari Rp600 juta.

Sementara itu,Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah dijabat oleh A.R. Hanung Triyono, mengatakan sekitar 4.000 pelari akan berpartisipasi pada Rupiah Borobudur Playon 2026. Kehadiran mereka diperkirakan mendatangkan sekitar 14.000 pengunjung ke kawasan Borobudur.

“Dampaknya bukan hanya pada sektor olahraga, tetapi juga menggerakkan hotel, restoran, UMKM, transportasi, hingga destinasi wisata di sekitar Borobudur. Inilah bukti bahwa sport tourism mampu menjadi penggerak ekonomi daerah,” kata Hanung. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.