Pertamina Beberkan Penyebab Barcode BBM Subsidi Mendadak Diblokir
Temukan Modus Penyalahgunaan Data Kendaraan, Barcode BBM Subsidi Diperketat
METTOJATENG.COM, SEMARANG — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah angkat bicara terkait keluhan masyarakat mengenai barcode BBM subsidi yang mendadak tidak dapat digunakan saat melakukan pengisian di SPBU.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan menegaskan, kendala tersebut bukan disebabkan gangguan sistem, melainkan karena adanya temuan penyalahgunaan nomor polisi kendaraan dalam program Subsidi Tepat.
“Yang banyak terjadi itu nomor polisi digunakan tidak sesuai kendaraan aslinya. Ada kendaraan dengan nopol sama tetapi tipe kendaraannya berbeda,” ujarnya.
Menurut Taufiq, kondisi tersebut membuat sistem harus melakukan pengamanan agar penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan pihak yang tidak berhak.
Karena itu, Pertamina meminta masyarakat melakukan pendaftaran Subsidi Tepat secara mandiri menggunakan data kendaraan yang benar dan sesuai identitas asli.
“Pendaftaran memang harus dilakukan oleh pemilik kendaraan sendiri agar valid. Ini bagian dari upaya menjaga subsidi tetap tepat sasaran,” katanya.
Ia menjelaskan, masyarakat yang mengalami kendala barcode tidak perlu khawatir karena Pertamina telah menyediakan layanan bantuan di seluruh SPBU. Operator SPBU dapat membantu pengecekan hingga aktivasi ulang akun apabila ditemukan kendala teknis.
Selain itu, masyarakat juga bisa menghubungi call center 135 apabila masalah belum terselesaikan di lapangan.
Dalam proses verifikasi, Pertamina menerapkan pemeriksaan data dan foto kendaraan secara detail. Foto kendaraan wajib memperlihatkan pelat nomor hingga bagian roda kendaraan untuk memastikan kesesuaian dengan aturan penerima subsidi yang ditetapkan BPH Migas.
“Kalau foto kendaraan tidak lengkap atau tidak sesuai, tentu akan menjadi perhatian sistem karena ada aturan terkait jenis kendaraan dan jumlah sumbu yang berhak menerima subsidi,” jelasnya.
Taufiq mengungkapkan, dari evaluasi pelaksanaan program Subsidi Tepat, pihaknya menemukan sejumlah modus penyalahgunaan data kendaraan. Bahkan, beberapa kasus telah ditindaklanjuti bersama aparat kepolisian.
Bagi masyarakat yang merasa nomor polisinya digunakan pihak lain, Pertamina menyarankan agar segera melakukan pengecekan ke Samsat terdekat untuk memastikan tidak ada data kendaraan ganda atau penyalahgunaan identitas.
“Kalau di Samsat sudah dipastikan tidak ada masalah, nanti akan dibantu proses penyelesaiannya,” ujarnya.
Sebagai bentuk pendampingan kepada pengguna kendaraan, Pertamina juga telah memberikan pelatihan dan asistensi kepada organisasi angkutan dan pelaku usaha transportasi agar dapat membantu penanganan kendala barcode subsidi di lapangan.
Taufiq menegaskan, langkah pengawasan yang dilakukan Pertamina bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan demi menjaga subsidi BBM agar benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.
“Tujuannya hanya satu, yakni melindungi subsidi pemerintah agar tidak disalahgunakan,” tegasnya. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.