Dari Gudang Kecil di Semarang, Erlangga dan JNE Mengantarkan Mimpi Anak-anak Indonesia Meraih Prestasi
Ditengah Tekanan Ekonomi, JNE Dukung UMKM Tembus Pasar Global
METROJATENG.COM, SEMARANG – Sore mulai turun di kawasan Taman Semeru, Kota Semarang. Di sebuah gudang sederhana yang dipenuhi tumpukan kardus dan perlengkapan olahraga, Erlangga Ardianza Wibowo masih sibuk memeriksa pesanan satu per satu.
Beberapa dus sepatu roda telah tertata rapi dan siap dikirim. Sebagian lainnya masih menunggu proses pengemasan. Tak lama lagi, paket-paket itu akan meninggalkan gudang kecil tersebut, menempuh perjalanan ratusan hingga ribuan kilometer menuju berbagai penjuru Indonesia.
Ada yang berangkat ke Lombok. Ada yang menuju Sumatera. Sebagian lainnya melaju ke Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Bagi sebagian orang, paket-paket itu mungkin hanya berisi perlengkapan olahraga. Namun bagi Erlangga, setiap dus yang dikirim membawa sesuatu yang jauh lebih besar yakni harapan dan mimpi anak-anak Indonesia.
“Saya selalu membayangkan siapa yang akan menerima paket itu. Bisa jadi seorang anak yang baru belajar sepatu roda, bisa juga atlet muda yang sedang mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan,” ujarnya.
Sebagai mantan atlet sekaligus pelatih sepatu roda, Erlangga memahami betul bagaimana mahalnya perlengkapan olahraga tersebut. Selama bertahun-tahun ia melihat banyak anak berbakat kesulitan berkembang karena keterbatasan akses terhadap peralatan yang layak.
Keprihatinan itulah yang mendorongnya mendirikan Klub Kairos pada 2012. Dari sana, ia mulai bereksperimen merakit sepatu roda sendiri untuk para atlet binaannya.
Awalnya sederhana. Ia memodifikasi sepatu roda plastik biasa, mengganti roda, memperbaiki bearing, dan menyesuaikan berbagai komponen agar lebih nyaman digunakan untuk latihan maupun pertandingan.
Tak pernah terbayang sebelumnya bahwa eksperimen kecil itu akan berkembang menjadi Ardianz Racing Indonesia, merek sepatu roda lokal yang kini dikenal komunitas skating di berbagai daerah.
Prestasi demi prestasi yang diraih atlet binaannya membuat banyak orang mulai melirik hasil rakitannya. Pesanan pun berdatangan.
Mulanya hanya dari Semarang. Kemudian berkembang ke Jakarta, Sumatera, Sulawesi, Lombok, Papua, bahkan hingga Malaysia.
Seiring meningkatnya permintaan, tantangan baru pun muncul. Salah satu yang paling penting adalah distribusi.
Bagi Erlangga, kualitas produk saja tidak cukup. Barang harus sampai tepat waktu dan dalam kondisi terbaik.
“Kalau usaha seperti ini, pengiriman menjadi urat nadi. Karena pembeli kami ada di mana-mana,” katanya.
Ia masih mengingat masa-masa awal merintis usaha ketika harus menghadapi berbagai kendala logistik. Paket terlambat dijemput, proses administrasi yang rumit, hingga pesanan yang terancam dibatalkan karena keterlambatan pengiriman pernah menjadi bagian dari kesehariannya.
Padahal sebagian besar pelanggan berasal dari marketplace dan komunitas olahraga yang sangat bergantung pada kepastian waktu.
“Kalau telat pickup sehari saja, dampaknya bisa panjang. Konsumen kecewa dan pesanan bisa batal,” kenangnya.

Dukungan JNE
Di tengah kebutuhan itulah JNE hadir menjadi bagian dari perjalanan bisnisnya.
Awalnya karena lokasi agen yang dekat dengan tempat usahanya di kawasan Sultan Agung, Semarang. Namun seiring waktu, hubungan tersebut berkembang menjadi kemitraan yang membantu usahanya tumbuh lebih besar.
Melalui layanan pickup, sistem membership, hingga kemudahan pembayaran bulanan, aktivitas pengiriman menjadi jauh lebih efisien.
*Yang paling berkesan bagi saya bukan hanya layanan logistiknya, melainkan perhatian yang diberikan kepada pelaku UMKM”, ujarnya.
Ketika pesanan sedang membludak dan tenggat pengiriman semakin ketat, tim JNE kerap membantu proses pengemasan agar paket dapat segera diberangkatkan.
“Kadang kami sedang kewalahan karena pesanan banyak. Mereka ikut membantu packing supaya barang bisa cepat berangkat. Buat UMKM seperti kami, bantuan seperti itu sangat berarti,” ujarnya.
Dukungan tersebut membuat Erlangga dapat lebih fokus mengembangkan produk sekaligus membina atlet-atlet muda.
Kini, hampir setiap hari puluhan hingga ratusan paket meninggalkan gudangnya. Dalam sebulan, ratusan pasang sepatu roda dikirim ke berbagai daerah melalui jaringan distribusi JNE yang menjangkau hingga pelosok Indonesia.
Bahkan ketika pesanan datang dari wilayah timur Indonesia yang memiliki tantangan logistik lebih besar, semangat untuk melayani pelanggan tidak pernah surut.
“Saya ingat dulu ongkos kirim ke Papua sangat mahal. Tapi tetap kami kirim karena di sana juga banyak anak-anak yang punya semangat latihan luar biasa,” katanya.
Bagi Erlangga, pengiriman bukan sekadar memindahkan barang dari satu kota ke kota lain. Sebaliknya di balik setiap paket terdapat cerita dan harapan bagi pembelinya.
Ada anak yang menunggu sepatu roda pertamanya. Ada atlet muda yang bermimpi menjadi juara. Ada orang tua yang menabung berbulan-bulan demi mendukung bakat buah hatinya.
Karena itulah setiap paket dipersiapkan dengan penuh perhatian. Terutama untuk komponen bernilai tinggi seperti rangka karbon impor yang harganya mencapai jutaan rupiah. Seluruh proses pengemasan dilakukan secara khusus agar tetap aman selama perjalanan.
“Pembeli menunggu dengan harapan besar. Jadi kami harus memastikan barang sampai dengan baik,” tuturnya.
Meski produknya kini telah dikenal luas dan digunakan atlet di berbagai daerah, Erlangga tetap menjalankan usahanya dengan kesederhanaan yang sama seperti saat pertama kali memulai.
Ia masih ikut memeriksa barang, membalas pesan pelanggan, hingga membantu mengemas paket ketika pesanan sedang ramai.
Sebab pada akhirnya, usaha ini tidak pernah sekadar tentang menjual sepatu roda. Ini adalah tentang membuka akses yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia untuk berlatih, bertanding, dan berani bermimpi.

Tumbuh Bersama UMKM
Kepala Cabang JNE Semarang, Wahyu Sangerti Alam, mengatakan keberhasilan pelaku usaha seperti Erlangga menjadi bagian dari semangat JNE untuk terus tumbuh bersama UMKM.
“Ini merupakan bentuk dukungan kami kepada UMKM di Semarang dan sekitarnya. Kami ingin tumbuh bersama pelanggan dan membantu mereka menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Wahyu.
Untuk mendukung aktivitas distribusi di wilayah Semarang, JNE didukung lebih dari 600 sumber daya manusia dan lebih dari 100 armada pengiriman yang beroperasi setiap hari.
Menurutnya layanan reguler masih menjadi pilihan utama pelanggan di Semarang dan memberikan kontribusi terbesar terhadap total pengiriman. Menurut Wahyu, tingginya minat terhadap layanan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan yang cepat sekaligus efisien dari sisi biaya.
Secara nasional, JNE menangani rata-rata sekitar satu juta kiriman per hari. Kontribusi terbesar berasal dari sektor korporasi dan UMKM yang menyumbang lebih dari 40 persen volume pengiriman. Sementara segmen ritel dan social commerce juga terus tumbuh seiring pesatnya perkembangan perdagangan digital.
Melihat potensi tersebut, JNE menghadirkan berbagai layanan pendukung bagi UMKM, salah satunya melalui Fulfillment Service.
Layanan third party logistics (3PL) ini memungkinkan pelaku usaha menyerahkan pengelolaan logistik kepada JNE, mulai dari penyimpanan barang di gudang, pengelolaan stok, pengemasan, hingga pengiriman ke pelanggan.
Dengan layanan tersebut, pelaku UMKM dapat lebih fokus mengembangkan produk dan pemasaran tanpa harus direpotkan oleh urusan pergudangan maupun distribusi.
“Melalui Fulfillment Service, kami menyediakan fasilitas pergudangan, sistem pengelolaan stok hingga pengiriman dengan biaya yang sangat terjangkau. Bahkan tersedia free trial agar UMKM bisa merasakan manfaatnya terlebih dahulu,” jelas Wahyu.
Tak hanya itu, JNE juga menyediakan ruang promosi dan fasilitas pembuatan konten bagi pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pemasaran digital.
Menurut Wahyu, UMKM saat ini membutuhkan lebih dari sekadar layanan pengiriman, tetapi juga promosi yang baik.
“Produk yang bagus harus didukung promosi yang baik. Karena itu kami juga membantu UMKM memperkuat eksposur dan branding produknya,” ujarnya.
Semangat tersebut juga diwujudkan melalui program JNE Loyalty Card (JLC) yang kini memiliki ratusan ribu anggota di seluruh Indonesia.
Ditambahkan berbagai program yang dijalankan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
“Kami ingin menghadirkan inspirasi, kolaborasi, dan dukungan yang dibutuhkan pelanggan untuk mengembangkan bisnisnya,” katanya.
Dari gudang kecil di Semarang, sepatu roda buatan Erlangga kini meluncur ke berbagai daerah melalui jaringan JNE. Di balik setiap paket yang dikirim, tersimpan harapan, semangat, dan mimpi anak-anak Indonesia untuk melaju lebih jauh.
Bagi JNE, setiap paket yang bergerak bukan hanya soal barang yang berpindah tempat, tetapi juga tentang membantu UMKM tumbuh, berkembang, dan menjangkau pasar yang sebelumnya mungkin sulit mereka capai. (“)
Comments are closed.