Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Telkom Bukukan Kinerja Tangguh Sepanjang 2025, TSR Tembus 35,7 Persen

METROJATENG.COM, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk⁠ mencatatkan kinerja yang tetap tangguh sepanjang tahun buku 2025 di tengah tekanan ekonomi global dan tantangan industri telekomunikasi. Melalui percepatan transformasi bisnis TLKM 30, perusahaan berhasil menjaga fundamental usaha sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun dengan EBITDA mencapai Rp72,2 triliun dan margin EBITDA sebesar 49,2 persen. Sementara laba bersih perseroan tercatat Rp17,8 triliun dengan margin laba bersih 12,1 persen.

Tak hanya itu, Telkom juga mencatat Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7 persen yang terdiri atas capital gain 28,4 persen dan dividend yield 7,3 persen. Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif atas respons pasar terhadap strategi transformasi yang dijalankan perusahaan.

Direktur Utama Dian Siswarini mengatakan, transformasi menjadi fokus utama perseroan untuk memperkuat daya saing dan menjaga pertumbuhan jangka panjang.

“Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).

Transformasi TLKM 30 dijalankan melalui empat pilar utama, yakni penguatan operational and service excellence, streamlining bisnis non-inti, unlocking value aset strategis, serta perubahan model operasi menuju strategic holding.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah percepatan proses fiber carve-out melalui pemisahan sebagian bisnis Wholesale Fiber Connectivity ke InfraNexia. Selain itu, Telkom juga melakukan penataan portofolio bisnis non-core, termasuk proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang ditargetkan rampung pada paruh pertama 2026.

Di sisi lain, segmen B2C masih menjadi penopang utama pendapatan perusahaan melalui Telkomsel. Sepanjang 2025, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp109,2 triliun. Kenaikan kebutuhan layanan digital turut mendorong trafik data tumbuh 15 persen secara tahunan. Telkom menyebut tren Average Revenue Per User (ARPU) mulai menunjukkan pemulihan positif sejak semester kedua 2025, seiring kondisi kompetisi industri yang dinilai semakin sehat.

Sementara pada segmen B2B Infrastructure, Telkom mencatat pertumbuhan pendapatan 9,2 persen secara tahunan menjadi Rp8,9 triliun. Pertumbuhan ini ditopang ekspansi bisnis data center dan fiber.
Melalui anak usaha dan ekosistem bisnisnya, TelkomGroup kini mengelola backbone serat optik lebih dari 210 ribu kilometer, ribuan menara telekomunikasi, layanan data center, cloud, hingga konektivitas satelit untuk memperkuat ketahanan digital nasional.

Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel⁠� membukukan pendapatan Rp9,5 triliun dengan EBITDA margin mencapai 82,2 persen. Mitratel saat ini mengoperasikan lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi dan disebut menjadi perusahaan tower terbesar di Asia Tenggara.

Sedangkan bisnis wholesale dan internasional mencatat pendapatan Rp10,7 triliun. Hingga kini, TelkomGroup melalui Telin telah terhubung dalam 27 sistem kabel laut internasional.
Dian menegaskan, tahun 2026 menjadi fase penting bagi Telkom untuk mempercepat implementasi transformasi perusahaan.

“Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkan kinerja yang semakin solid,” tutupnya. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.