Irwan Hidayat Ajak Masyarakat Berinvestasi Saham, Potensi Keuntungan Bisa Capai 40 Persen
Perkuat Investor Saham Domestik, Jangan Tergantung Investor Asing
METROJATENG.COM, UNGARAN – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, mengajak masyarakat Indonesia untuk mulai berinvestasi di pasar saham sebagai salah satu cara mengembangkan keuangan. Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan peluang investasi tersebut secara maksimal.
Menurut Irwan, jumlah investor saham di Indonesia saat ini masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total jumlah penduduk. Dari lebih dari 270 juta masyarakat Indonesia, baru sekitar 21 juta orang yang tercatat sebagai investor saham.
“Jumlah itu masih kecil sekali. Padahal kalau ingin pasar kita kuat, jumlah investornya harus besar,” ujar Irwan.
Ia pun mengaku tengah aktif mengampanyekan pentingnya investasi saham kepada masyarakat agar semakin banyak orang yang memahami dan memanfaatkannya.
Ubah Pola Pikir Kelola Uang
Irwan menilai banyak masyarakat masih memiliki kebiasaan menyimpan uang secara konvensional, seperti di bank atau bahkan di rumah. Padahal, cara tersebut dinilai kurang produktif karena nilai uang tidak berkembang secara signifikan.
Ia mencontohkan bunga bank yang rata-rata hanya sekitar 2 persen, sementara investasi saham berpotensi memberikan keuntungan yang jauh lebih besar jika dilakukan dengan tepat.
“Kalau saham itu bisa 40 persen. Minimal 15 sampai 20 persen bisa didapatkan, asalkan memilih perusahaan yang sehat dan jujur,” jelasnya.
Menurut Irwan, masyarakat seharusnya mulai mengalihkan sebagian dana mereka ke instrumen investasi yang mampu memberikan pertumbuhan nilai dalam jangka panjang.
Meski demikian, Irwan mengingatkan masyarakat agar tidak memandang saham sebagai ajang spekulasi. Ia menegaskan pentingnya membedakan antara bermain saham dan berinvestasi saham.
“Kalau punya uang Rp10 juta, Rp20 juta, sampai Rp100 juta, berinvestasilah. Tapi jangan bermain saham. Investasi itu serius,” tegasnya.
Ia menyarankan calon investor untuk memilih perusahaan yang memiliki kinerja baik, tata kelola yang sehat, serta reputasi yang sudah terbukti dalam jangka waktu panjang.
Selain itu, pemahaman terhadap indikator dasar seperti price earning ratio (PER) juga penting agar keputusan investasi lebih rasional.
Banyak Dana Tidak Produktif
Irwan juga menyoroti masih banyaknya dana masyarakat yang tidak dimanfaatkan secara produktif. Ia bahkan pernah menemukan orang yang menyimpan puluhan juta rupiah di lemari karena khawatir dengan biaya administrasi bank.
‘ Kebiasaan tersebut justru membuat uang tidak berkembang dan kehilangan peluang untuk menghasilkan keuntungan,’ katanya.
Perkuat Investor Domestik
Lebih jauh, Irwan menilai meningkatnya jumlah investor domestik akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Dengan basis investor lokal yang kuat, pasar modal Indonesia tidak akan terlalu bergantung pada aliran dana investor asing.
Ia mencontohkan negara seperti Amerika Serikat, di mana sebagian besar masyarakatnya aktif berinvestasi di pasar saham sehingga pasar modalnya menjadi kuat dan stabil.
Melalui kampanye yang ia lakukan, Irwan berharap masyarakat Indonesia semakin sadar pentingnya investasi dan mulai memanfaatkan pasar saham sebagai sarana untuk membangun kesejahteraan di masa depan. (*)
Comments are closed.