Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Serapan Tembus 3,5 Juta Ton, Bulog Genjot Pengadaan Beras Nasional

Optimis Target 4 Juta Ton Akhir Tahun Tercapai

METROJATENG.COM, SEMARANG — Upaya penguatan cadangan pangan nasional terus dipacu. Direktur Utama Perum Bulog Akhmad Rizal Ramdani  menyampaikan, hingga Februari 2026 stok beras Bulog telah mencapai 3,5 juta ton, naik sekitar 300 ribu ton dibanding posisi akhir 2025 sekitar  3,2 juta ton.

Menurut A Rizal, peningkatan tersebut berasal dari percepatan serapan gabah dan beras petani di berbagai daerah sentra produksi. Pemerintah menargetkan total pengadaan atau serapan beras Bulog mencapai 4 juta ton hingga akhir tahun 2026.

“Ini capaian luar biasa di awal tahun. Januari sampai Februari sudah naik sekitar 300 ribu ton. Target kami 4 juta ton sampai akhir tahun,” ujarnya.

Dirut Bulog menegaskan, Bulog tetap menyerap gabah petani meski kondisi cuaca kurang bersahabat, termasuk saat banjir atau curah hujan tinggi. Untuk mengantisipasi kadar air tinggi pada gabah, Bulog menyiapkan dukungan fasilitas pengering (dryer) agar hasil panen tetap memenuhi standar kualitas.

“Kami diperintahkan menyerap gabah petani dalam kondisi apa pun. Jadi meskipun musim hujan, tetap kami beli dan kami bantu proses pengeringannya,” katanya, katanya saat melakukan sidak di Pasar Johar dan Kanjengan Semarang, Jumat (27/2/2026).

Langkah ini dilakukan agar petani tetap memperoleh kepastian pasar dan harga, sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras nasional.

Dari sisi wilayah, serapan terbesar berasal dari Jawa Timur, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ketiga provinsi tersebut menjadi lumbung utama pengadaan beras nasional.

“Dengan stok 3,5 juta ton saat ini,  A Rizal memastikan cadangan beras pemerintah dalam kondisi sangat aman untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri, termasuk kebutuhan bantuan pangan maupun intervensi pasar jika diperlukan.

Dukung Kebutuhan Haji

Selain untuk kebutuhan dalam negeri, pemerintah juga menyiapkan sekitar 2.280 ton beras untuk mendukung konsumsi jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026. Jumlah tersebut dinilai sangat kecil dibanding total stok nasional sehingga tidak memengaruhi cadangan dalam negeri.

Bahkan, pemerintah membuka peluang ekspor beras hingga 1 juta ton ke sejumlah negara tetangga apabila kondisi stok dan produksi dalam negeri tetap surplus.

“Stok aman, serapan berjalan, dan petani terlindungi. Itu komitmen kami dalam pengadaan beras tahun ini,” tegas Arizal.

Dengan pengadaan yang terus digenjot, Bulog optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga sepanjang 2026. Bahkan dalam kondisi banjir Bulog tetap melakukan penyerapan gabah. Bahkan pada Banjir Yang melanda Grobogan, Purwodadi, Bulog melakukan pengadaan dan sudah membeli gabah petani yang dilanda banjir sekitar 30 ton. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.