Bersama Amgala Foundation, BMM Resmikan Rumah Berdaya Pijat Tuna Netra di Banyuwangi
*Hadirkan Program Inklusif Berkelanjutan
METROJATENG.COM, BANYUWANGI- Amgala Foundation bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) meresmikan Program Rumah Berdaya Pijat Tuna Netra di Banyuwangi sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pemberdayaan berbasis inklusi sosial dan keberlanjutan.
Acara peresmian yang dilaksanakan pada Jum’at (13/02) ini dihadiri oleh Perwakilan Amgala Foundation, Kepala Divisi Manajemen Aset Wakaf BMM, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi, serta penerima manfaat dari kalangan penyandang tuna netra. Momentum ini menjadi penanda dimulainya operasional Rumah Berdaya sebagai ruang aman dan produktif bagi para terapis pijat tuna netra.
Program Rumah Berdaya Pijat Tuna Netra dirancang tidak hanya sebagai tempat praktik, tetapi juga sebagai pusat peningkatan kapasitas. Hal ini tentunya selaras dalam mewujudkan pencapaian SDG’s poin 4 Pendidikan Berkualitas yang inklusif dan menambah portofolio program disabilitas BMM khususnya di area Jawa Timur. Pada tahap awal, para penerima manfaat program yang berjumlah 10 orang tuna netra akan mendapatkan pelatihan teknik pijat profesional, pendampingan kewirausahaan dan marketing, serta dukungan sarana prasarana usaha. Melalui pendekatan ini, diharapkan penerima manfaat mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kepercayaan diri, dan memperoleh penghasilan yang lebih stabil.
Dalam sambutannya, perwakilan Amgala Foundation, Hasti Yuliavita menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberlanjutan program pemberdayaan.
“Kami percaya bahwa disabilitas bukan batasan untuk berdaya. Rumah Berdaya ini hadir untuk merangkul potensi, membuka akses, dan menghubungkan para terapis tuna netra dengan peluang ekonomi yang lebih luas,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Divisi Management Aset Wakaf BMM, M. Riandy menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat pengelolaan dana ZISWAF yang berdampak berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan dana amanah para donatur dapat menghadirkan manfaat jangka panjang tidak hanya bantuan sesaat, tetapi penguatan kemandirian ekonomi penerima manfaat,” tuturnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi, Bapak Puguh mengapresiasi inisiatif kolaboratif ini dan menekankan pentingnya sinergi pemerintah dengan lembaga filantropi dalam mendorong inklusi sosial. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan jejaring, perizinan, serta promosi layanan agar Rumah Berdaya dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Di balik implementasi program ini, ada kisah haru penuh perjuangan salah satu penerima manfaat yang bernama Abi (Usia 28 Tahun). Abi menjadi tuna netra karena mengalami glukoma di usia sangat muda yaitu 16 tahun. Momen perjuangan Abi untuk bisa bangkit kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tentu tidak mudah. Kini, Abi menjadi terapis pijat tuna netra rumahan untuk memenuhi kebutuhan perekonomiannya dan menjadi satu diantara penerima manfaat yang akan diwujudkan kemandirin ekonominya.
Peresmian ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya ekosistem pemberdayaan disabilitas yang berkelanjutan di Banyuwangi. Kedepan, Amgala Foundation dan BMM menargetkan penguatan jejaring kemitraan dengan fasilitas kesehatan, perhotelan, dan sektor pariwisata lokal agar layanan pijat tuna netra semakin dikenal luas dan berdaya saing.(ris)
Comments are closed.