Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

BSI Maslahat Bekali Dhuafa Keterampilan Barber

*Dorong Kemandirian Ekonomi

 

METROJATENG.COM, JAKARTA- BSI Maslahat menggelar pelatihan keterampilan usaha barber bagi dhuafa guna mendorong kemandirian ekonomi di tengah tantangan kondisi ekonomi yang semakin ketat. Program ini dilaksanakan melalui Maslahat University dan diikuti sembilan peserta.

 

Pelatihan berlangsung di Captain Barbershop Academy sejak 12 Januari hingga 4 Februari 2026 dengan total 17 kali pertemuan. Peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik intensif agar siap terjun ke dunia kerja maupun membuka usaha mandiri.

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 mencapai 6,31 persen atau sekitar 349 ribu orang. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbatasnya ruang kerja yang tersedia, sehingga peningkatan keterampilan menjadi salah satu solusi untuk memperluas peluang ekonomi, khususnya bagi kelompok dhuafa.

 

Pelatihan barber dipilih karena memiliki prospek usaha yang relatif stabil dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Jasa pangkas rambut tetap dibutuhkan dalam berbagai kondisi ekonomi, sehingga dinilai memiliki potensi keberlanjutan bagi para peserta.

 

Dalam pelaksanaannya, peserta dibekali teknik dasar barber, penggunaan alat secara aman dan profesional, hingga perawatan peralatan yang higienis. Materi juga mencakup standar operasional pelayanan (SOP), komunikasi dengan pelanggan, serta teknik membaca karakter rambut dan bentuk kepala untuk menghasilkan potongan yang rapi.

 

Peserta memulai latihan menggunakan manekin sebelum beralih ke model dengan rambut asli. Tahapan ini dirancang untuk melatih ketelitian, kecepatan, serta kepercayaan diri dalam melayani pelanggan secara langsung.

 

Salah satu peserta, Nardi (36), ayah lima anak yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online, mengaku pelatihan ini memberinya harapan baru untuk menambah sumber penghasilan.

“Penghasilan saya sering naik turun, sementara kebutuhan keluarga cukup besar. Saya berharap keterampilan ini bisa saya gunakan kapan saja. Jika ada modal, saya ingin membuka jasa potong rambut di rumah,” ujarnya.

 

Direktur Eksekutif BSI Maslahat, Sukoriyanto Saputro, mengatakan pihaknya berkomitmen mendorong dhuafa memiliki keterampilan sebagai bekal memperoleh penghasilan yang lebih stabil.

 

“Kami meyakini satu keterampilan dapat mengubah arah kehidupan satu keluarga. Karena itu, kami akan terus membuka ruang pembelajaran dan pendampingan agar kemandirian tumbuh secara kokoh dan berkelanjutan,” katanya.

 

BSI Maslahat menilai pemberdayaan dhuafa melalui pelatihan keterampilan bukan hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga penerima manfaat, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat secara luas.

 

Melalui program ini, para peserta diharapkan mampu bekerja sebagai barber pemula di barbershop maupun memulai layanan potong rambut secara mandiri di lingkungan tempat tinggal mereka. Di akhir pelatihan, peserta menerima sertifikat sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja dengan keterampilan dan kepercayaan diri yang baru.(ris)

Comments are closed.