Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Tumbuh 11 Persen Sepanjang 2025
METROJATENG.COM, SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mencatat pertumbuhan positif pada kinerja angkutan barang sepanjang tahun 2025. Total volume angkutan barang mencapai 291.572 ton, atau tumbuh 11 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat mencapai 269.248 ton.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya peran kereta api dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional sekaligus mendorong terwujudnya ekonomi hijau.
“Pada tahun 2025, fokus utama angkutan barang KAI Daop 4 Semarang adalah angkutan peti kemas dengan volume mencapai 224.946 ton. Selain itu, kami juga melayani berbagai jenis angkutan barang lainnya seperti angkutan retail BHP, angkutan retail parcel atau general cargo, serta komoditas lainnya dengan total volume 66.626 ton,” ujar Luqman, Senin (3/2/2026).
Ia menjelaskan, layanan bongkar muat peti kemas dipusatkan di Stasiun Tawang dan Stasiun Brumbung yang berfungsi sebagai simpul logistik utama di wilayah Daop 4 Semarang.
Selain peti kemas, moda kereta api juga berkontribusi dalam mendukung rantai pasok sektor strategis, khususnya pembangunan dan ketahanan energi di Jawa Tengah. Hal tersebut diwujudkan melalui layanan angkutan komoditas semen dan bahan bakar minyak (BBM).
Untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah, KAI Daop 4 Semarang melayani pembongkaran angkutan semen di Stasiun Poncol dan Stasiun Brumbung. Sementara itu, di sektor energi, pembongkaran angkutan BBM dilakukan di Stasiun Larangan guna memastikan kelancaran pasokan energi bagi masyarakat dan sektor industri.
“Kinerja positif ini menjadi bukti komitmen KAI dalam menghadirkan layanan angkutan barang yang andal, efisien, dan tepat waktu. Kami terus berinovasi dan mengambil langkah strategis untuk menjawab meningkatnya kebutuhan pelanggan industri terhadap solusi logistik yang berkelanjutan,” lanjut Luqman.
Menurutnya, pertumbuhan angkutan barang tersebut didukung oleh peningkatan frekuensi perjalanan dan rute layanan, optimalisasi jumlah gerbong dalam satu rangkaian, serta ketepatan waktu pengiriman barang. Meningkatnya permintaan pelanggan terhadap angkutan berbasis rel juga menjadi faktor utama pendorong capaian tersebut.
Saat ini, layanan angkutan barang KAI Daop 4 Semarang telah menjangkau puluhan kota dan kabupaten di Pulau Jawa, menghubungkan kawasan industri dengan pelabuhan, pusat ekonomi, serta sentra distribusi nasional.
Keunggulan kinerja ini turut ditopang oleh posisi strategis wilayah operasional Daop 4 Semarang yang mencakup kawasan industri utama di Jawa Tengah, seperti Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Terpadu Batang, serta Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.
“Kereta api kini bukan hanya sebagai sarana transportasi penumpang, tetapi juga menjadi simpul penting dalam rantai distribusi logistik nasional. Capaian angkutan barang yang melampaui tahun sebelumnya ini membuktikan bahwa kereta api semakin relevan dan strategis dalam mendukung efisiensi logistik serta pembangunan ekonomi hijau di Indonesia,” tutup Luqman Arif. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.