Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Ekspor Jateng Naik 9,18 Persen, Amerika Serikat Jadi Pasar Utama, Defisit Perdagangan Mulai Menyempit

METROJATENG.COM, SEMARANG – Kinerja ekspor Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total ekspor pada periode Januari–Oktober 2025 mencapai 10,32 miliar dolar AS, tumbuh 9,18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Amerika Serikat tercatat sebagai pasar tujuan terbesar, jauh melampaui negara mitra lainnya.

Plt Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa sektor industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan ekspor, disusul sektor pertambangan. Selain meningkatnya permintaan, kebijakan tarif bea masuk AS yang masih berada pada kisaran 10 persen, atau belum naik ke tarif resiprokal 19 persen, turut membantu menjaga daya saing produk Indonesia.

“Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Tengah, kemudian disusul Jepang, Tiongkok, Belanda, dan negara lainnya,” jelas Endang.

Dari total ekspor nonmigas Januari–Oktober 2025, 47,29 persen di antaranya dikirim ke Amerika Serikat. Produk yang paling diminati pasar AS antara lain pakaian dan aksesoris, baik rajutan maupun non-rajutan, serta alas kaki yang selama ini menjadi andalan industri padat karya di Jateng.

Peringkat kedua ditempati Jepang dengan pangsa 8,07 persen, sementara Tiongkok menyusul di posisi ketiga dengan 4,53 persen. Ekspor ke Tiongkok didominasi komoditas ikan, krustasea, moluska, alas kaki, serta produk kayu.

Impor Turun, Defisit Menyusut Tajam

Berbanding terbalik dengan ekspor yang meningkat, impor Jawa Tengah pada Januari–Oktober 2025 tercatat 12,02 miliar dolar AS, turun 4,86 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan impor tersebut menjadi salah satu faktor mulai menipisnya defisit neraca perdagangan daerah.

Menurut data BPS, defisit perdagangan Jateng pada periode tersebut berada di angka 1,70 miliar dolar AS, membaik signifikan dibanding defisit 3,19 miliar dolar AS pada Januari–Oktober 2024.

“Defisit kita sudah makin tipis. Semoga bulan-bulan berikutnya neraca perdagangan bisa mencatat surplus secara total,” ujar Endang.

Dengan tren peningkatan ekspor yang stabil dan melemahnya impor, BPS optimistis kinerja perdagangan Jateng berpotensi semakin membaik hingga tutup tahun 2025.

Comments are closed.