Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Gubernur Jateng Instruksikan Pemutakhiran Peta Rawan Bencana dan Penguatan Dapur Umum Pascalongsor Cibeunying

METROJATENG.COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya pemutakhiran peta rawan bencana serta kesiapan dapur umum di seluruh daerah sebagai respon cepat menghadapi ancaman longsor yang meningkat pada musim hujan. Instruksi ini ia keluarkan menyusul bencana longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, yang menelan korban jiwa dan menyebabkan puluhan warga hilang.

Luthfi meminta para bupati dan wali kota, bersama BPBD di masing-masing daerah, segera memperbarui data kerawanan bencana dan menyebarkannya kepada masyarakat. Menurutnya, informasi yang jelas dan mudah diakses akan sangat membantu warga mengenali risiko di sekitar mereka.

“Peta kerawanan harus dipahami masyarakat. Itu dasar untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah pegunungan atau daerah yang punya riwayat pergerakan tanah,” kata Luthfi.

Selain itu, ia menekankan agar seluruh daerah memastikan dapur umum dapat beroperasi dengan cepat ketika bencana terjadi. Kesiapan logistik, relawan, dan koordinasi antarlembaga harus ditingkatkan agar penanganan darurat berjalan lebih efektif.

Instruksi tersebut sejalan dengan upaya penanganan longsor Cibeunying, di mana dapur umum kini telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang selamat. Distribusi bantuan logistik juga mulai dilakukan sejak Jumat pagi.

Sementara itu, proses pencarian korban masih terus berlangsung. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan unsur pemerintah daerah terus menyisir material longsor yang menimbun permukiman. Hingga Jumat siang, tercatat 46 jiwa dari 17 KK terdampak, dengan tiga warga ditemukan meninggal dunia, sementara 20 orang masih dalam pencarian.

Longsor yang terjadi pada Kamis malam (13/11/2025) dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang menyebabkan penurunan tanah hingga dua meter dan retakan sepanjang 25 meter. Kondisi tanah yang labil menjadi tantangan tambahan bagi tim penyelamat.

Ahmad Luthfi menyampaikan harapannya agar proses evakuasi dapat berjalan lancar dan seluruh korban yang hilang segera ditemukan. Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Comments are closed.