Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

50 Juta Warga Ikut Program Cek Kesehatan Gratis, Ungkap Potret Gaya Hidup Kurang Aktif di Indonesia

METROJATENG.COM, JAKARTA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas dalam rangka Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo mencatat pencapaian luar biasa. Lebih dari 50,5 juta warga Indonesia telah menjalani pemeriksaan kesehatan sejak peluncurannya pada Februari 2025, menjadikannya salah satu program kesehatan masyarakat terbesar di dunia.

Namun, di balik angka partisipasi yang fantastis, hasil CKG mengungkap realitas mengejutkan tentang kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. Hampir 96 persen orang dewasa tercatat kurang beraktivitas fisik, disusul masalah karies gigi (41,9%), obesitas sentral (32,9%), dan kelebihan berat badan (24,4%).

“Capaian 50 juta peserta adalah tonggak penting dalam upaya memperkuat kesehatan nasional. Tapi temuan ini juga jadi peringatan bahwa kita perlu memperbaiki gaya hidup dan meningkatkan aktivitas fisik,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menkes menegaskan bahwa CKG bukan sekadar pemeriksaan massal, tetapi juga alat strategis untuk deteksi dini penyakit tidak menular. Semakin cepat penyakit ditemukan dan ditangani, semakin besar peluang pasien untuk sembuh dan terhindar dari komplikasi berat seperti stroke, gagal ginjal, atau jantung.

“Program ini tidak berhenti di angka partisipasi. Data yang terkumpul akan menjadi dasar memperkuat kebijakan, promosi kesehatan, dan intervensi yang lebih tepat sasaran,” tambah Budi.

Potret Kesehatan Tiap Usia

Hasil pemeriksaan juga menyoroti persoalan berbeda di setiap kelompok umur:

  • Bayi baru lahir: Risiko kelainan saluran empedu (18,6%), berat badan lahir rendah (6,1%), dan penyakit jantung bawaan (5,5%).

  • Balita dan anak prasekolah: Gigi tidak sehat (31,5%), stunting (5,3%), dan wasting (3,8%).

  • Remaja dan pelajar: Kurang aktivitas fisik (60,1%), karies gigi (50,3%), dan anemia (27,2%).

  • Lansia: Kurang aktivitas fisik (96,7%) dan hipertensi (37,7%).

Data ini menunjukkan bahwa pola hidup tidak aktif dan masalah gizi masih menjadi tantangan di berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

Keberhasilan pelaksanaan CKG tak lepas dari kerja sama ribuan tenaga kesehatan, puskesmas, dan pemerintah daerah. Dukungan lintas sektor ini membuat layanan pemeriksaan bisa menjangkau hingga pelosok desa.

“Kami berterima kasih kepada seluruh petugas kesehatan dan pemerintah daerah. Tanpa dedikasi mereka, program ini tidak mungkin berjalan sebesar dan seefektif ini,” ujar Budi.

Kemenkes berkomitmen menjadikan hasil CKG sebagai dasar kebijakan baru dalam promosi hidup sehat dan pencegahan penyakit.
“Kita ingin masyarakat bukan hanya berobat ketika sakit, tapi juga menjaga kesehatannya secara berkelanjutan,” tutup Menkes.

Comments are closed.