Infrastruktur Masih Jadi PR Besar, Warga Gumelar Berharap Jalan Rusak Segera Diperbaiki
METROJATENG.COM, BANYUMAS – Keluhan soal jalan rusak dan infrastruktur yang belum memadai masih menjadi suara utama warga Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Dalam berbagai kesempatan reses, aspirasi yang masuk dari masyarakat sebagian besar berkaitan dengan kondisi jalan kabupaten, jalan desa, maupun jalan lingkungan yang rusak dan belum tersentuh perbaikan.
Anggota DPRD Kabupaten Banyumas, Agus Supriyanto, mengungkapkan bahwa permasalahan infrastruktur mendominasi usulan masyarakat dalam beberapa kali reses terakhir. Selain jalan, warga juga menginginkan pembangunan balai pertemuan, pemasangan lampu penerangan jalan, pembangunan talud di area rawan longsor, serta fasilitas umum lain yang mendukung kegiatan sosial dan ekonomi.
“Kecamatan Gumelar berada cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas, sehingga banyak infrastruktur yang masih minim. Saat musim hujan seperti sekarang, kondisi jalan rusak makin terasa dampaknya bagi masyarakat,” kata Agus, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak bukan hanya persoalan kenyamanan, tetapi juga berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Warga Gumelar sebagian besar berprofesi sebagai petani dan peternak, sehingga akses jalan yang layak menjadi kebutuhan vital untuk membawa hasil panen maupun kebutuhan logistik.
“Jalan adalah urat nadi ekonomi warga. Kalau jalan rusak, biaya transportasi naik, distribusi hasil tani terhambat, dan kesejahteraan warga pun ikut terpengaruh. Karena itu, perbaikan infrastruktur harus menjadi prioritas pembangunan daerah,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.
Ia menambahkan, sejumlah ruas jalan kabupaten di wilayah Gumelar sebenarnya sudah mulai diperbaiki pada tahun ini, meskipun belum seluruhnya terselesaikan. DPRD Banyumas, kata dia, terus mendorong agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih besar terhadap wilayah-wilayah pinggiran seperti Gumelar, yang selama ini sering tertinggal dari segi pembangunan.

Kegiatan Sosial dan Budaya
Selain persoalan infrastruktur, warga juga mengajukan beberapa aspirasi lain, seperti bantuan untuk kelompok tani dan peternak, pagelaran seni budaya lokal, serta pengadaan seragam kegiatan untuk kelompok ibu-ibu desa. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kegiatan sosial dan pelestarian budaya.
Agus berharap, hasil reses ini dapat menjadi masukan penting bagi Pemkab Banyumas dalam menyusun prioritas pembangunan tahun anggaran mendatang. Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami terus mengawal aspirasi masyarakat agar terealisasi, terutama untuk perbaikan jalan dan fasilitas dasar lainnya. Pemerataan pembangunan harus benar-benar dirasakan hingga ke pelosok, bukan hanya di pusat kota,” tuturnya.
Dengan kondisi geografis Gumelar yang berbukit dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Brebes serta Cilacap, tantangan perbaikan infrastruktur memang tidak ringan. Namun bagi warga, kondisi jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan, melainkan pintu menuju kesejahteraan yang lebih luas.
Comments are closed.