DPR Desak Penguatan BNN, Firman Soebagyo: Perang Narkoba Butuh Dukungan Nyata
METROJATENG.COM, JAKARTA – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo, menegaskan bahwa pemberantasan narkotika di Indonesia membutuhkan dukungan menyeluruh dari berbagai pihak, bukan hanya kerja keras Badan Narkotika Nasional (BNN). Menurutnya, semangat lembaga antinarkoba itu harus diperkuat dengan komitmen politik, struktur kelembagaan yang solid, serta dukungan anggaran yang memadai.
“BNN sudah menunjukkan komitmen kuat dalam memerangi narkoba, tapi tanpa dukungan konkret dari negara dan masyarakat, perjuangan itu akan timpang,” tegasnya.
Firman menyoroti lambannya proses revisi Undang-Undang Narkotika yang sudah lama masuk dalam daftar pembahasan legislatif. Ia menilai, keterlambatan ini membuat BNN belum memiliki dasar hukum yang kuat untuk menjalankan tugasnya secara efektif di tengah kompleksitas kejahatan narkotika yang terus berkembang.
“Regulasi yang sudah usang tidak bisa lagi menjawab tantangan zaman. Revisi UU Narkotika harus segera diselesaikan agar BNN punya kewenangan yang jelas dan kuat,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Dorong BNN Jadi Lembaga Koordinatif Utama
Dalam rancangan revisi tersebut, Firman mengusulkan agar BNN diberikan posisi strategis sebagai lembaga utama yang mengoordinasikan seluruh upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Menurutnya, peran koordinatif lintas sektor saat ini masih lemah karena tumpang tindih kewenangan antarinstansi.
“BNN perlu kewenangan tunggal agar koordinasi antarpenegak hukum berjalan sinkron dan efektif,” kata Firman yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT).
Firman juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) dan dukungan finansial bagi BNN. Ia menilai, tantangan ke depan tidak hanya soal peredaran gelap narkoba, tetapi juga kemampuan BNN dalam mengantisipasi pola baru kejahatan berbasis teknologi.
“Tantangan narkotika kini semakin kompleks. BNN butuh SDM yang profesional, pelatihan berkelanjutan, serta anggaran yang realistis agar bisa bergerak cepat,” jelasnya.
Selain penguatan dari sisi negara, Firman menilai keterlibatan masyarakat sipil juga menjadi faktor penting. Ia mendorong BNN untuk memperluas kolaborasi dengan komunitas anti-narkoba, termasuk organisasi seperti GRANAT, hingga tingkat kelurahan dan desa.
“Pemberantasan narkoba tak bisa hanya top-down. Kesadaran masyarakat adalah benteng pertama melawan narkoba,” ujarnya.
Comments are closed.