Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Dari Plastik Jadi BBM, Inovasi SMK Muhammadiyah Pekalongan Bikin Kagum

METROJATENG.COM, PEKALONGAN – Masalah sampah plastik yang kian menumpuk ternyata tak hanya jadi pekerjaan rumah pemerintah, tetapi juga mendorong lahirnya ide kreatif dari dunia pendidikan. SMK Muhammadiyah Kota Pekalongan (Mudikal) berhasil mengembangkan mesin pirolisis yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Kepala SMK Muhammadiyah Kota Pekalongan, Khusnawan, menuturkan bahwa langkah ini merupakan bentuk kontribusi sekolah dalam mengatasi sampah plastik yang sulit terurai.
“Ini inovasi kami untuk mengurangi sampah plastik dengan mengubahnya menjadi BBM. Karena plastik butuh waktu sangat lama untuk terurai, maka kami mencoba menghadirkan solusi lewat pirolisis,” jelasnya.

Inovasi ini bukan muncul tiba-tiba. Sejak 2018, sekolah sudah melakukan penelitian, dimulai dari prototipe sederhana berukuran kecil, hingga akhirnya kini berhasil menciptakan mesin berkapasitas lebih besar menyerupai dandang. Dari proses pirolisis tersebut, sekolah berhasil menghasilkan tiga jenis bahan bakar: solar oktan rendah, minyak tanah, dan premium.

Agus Riyadi, guru sekaligus penggagas ide pirolisis, menjelaskan mekanisme kerjanya. Sampah plastik, terutama botol kemasan, dimasukkan ke wadah, lalu dipanaskan sekitar satu jam. Asap yang keluar dialirkan lewat pipa pendingin hingga menghasilkan cairan BBM.

“Kalau plastik dicacah lebih kecil, kapasitas alat bisa menampung lima kilogram. Dari situ, 40–50 persen bisa berubah jadi bahan bakar,” terang Agus.

Bukan hanya alat, inovasi ini juga sudah menjadi materi pembelajaran berbasis proyek bagi para siswa. Bahkan, karya tersebut sukses meraih Juara 1 Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Kota Pekalongan 2024.

Agus menegaskan, meski saat ini produksi masih terbatas untuk kebutuhan internal sekolah, peluang pengembangan lebih luas sangat terbuka.

“Ini bukan sekadar inovasi teknologi, tapi solusi nyata untuk masalah sampah di Pekalongan. Jika ada permintaan, tentu kami siap mengusahakan,” tegasnya.

Lewat terobosan ini, SMK Mudikal tak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga menunjukkan peran sekolah sebagai pusat inovasi lingkungan.

“Kami berharap bisa menjadi pelopor pendidikan berbasis riset dan memberi inspirasi bagi sekolah lain maupun masyarakat,” pungkas Khusnawan.

Comments are closed.