Di Tengah Keterbatasan Anggaran, Bupati Sadewo Pastikan Pembangunan Banyumas Tidak Akan Membebani Rakyat
BERITA ADVETORIAL
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Di tengah tantangan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat serta adanya rencana pemotongan anggaran pada tahun depan, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjaga stabilitas keuangan daerah tanpa harus menambah beban masyarakat.
Menurut Sadewo, langkah menaikkan pajak ataupun pungutan baru kepada masyarakat saat ini bukanlah pilihan yang bijak. Pasalnya, kondisi ekonomi masyarakat juga sedang tidak baik-baik saja.
“Untuk saat ini, tidak mungkin menaikkan pajak apapun, karena kondisi ekonomi rakyat juga sedang tidak baik-baik saja. Namun, kita tetap harus berupaya menambah anggaran, supaya pembangunan tetap jalan. Caranya adalah dengan mengerahkan segenap inovasi dan kemampuan untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” jelas Sadewo dalam perbincangan bersama Metrojateng.com, Jumat (12/9/2025).
Salah satu strategi besar yang kini digarap adalah penguatan sektor pariwisata, khususnya kawasan Lokawisata Baturraden. Kawasan wisata unggulan ini menjadi perhatian serius Pemkab Banyumas, mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap PAD.
Sadewo menyebutkan bahwa pihaknya sudah melobi investor besar, yakni pengelola Taman Safari, untuk berinvestasi dan mengelola Baturraden. Namun, ia menekankan bahwa semua kerja sama investasi akan dikaji secara cermat agar tidak merugikan Pemkab Banyumas.
“Kita akan lebih jeli dalam membuat perjanjian dengan investor, misalnya terkait hitung-hitungan bagi hasil, serta penyertaan modal. Semua harus melalui perjanjian yang adil dan transparan,” tegasnya.
Langkah ini sekaligus menjadi evaluasi dari pengalaman sebelumnya, ketika pengelolaan wisata melalui BLUD Pariwisata belum mampu mencapai target PAD. Kini, pengelolaan Baturraden kembali ke tangan Pemkab dengan pendekatan yang lebih profesional dan berorientasi pada hasil.

Keputusan Sulit Demi Kepentingan Lebih Besar
Selain fokus menambah pendapatan, Bupati Sadewo juga mengambil langkah efisiensi di berbagai sektor. Salah satu kebijakan yang cukup kontroversial adalah penyesuaian insentif tenaga kesehatan (nakes).
Pada masa pandemi Covid-19, insentif nakes sempat dinaikkan dari 35% menjadi 40% karena tingginya beban kerja. Namun kini, insentif tersebut dikembalikan ke angka 35%. Kebijakan ini memang menuai protes, namun Sadewo menyebut langkah itu diambil demi menjaga keseimbangan keuangan daerah.
“Terkadang kebijakan yang kurang populis itu harus dijalankan, dan saya siap menanggung risiko tersebut. Kondisi keuangan kita terbatas, sehingga apa yang bisa dihemat, harus dihemat. Yang penting, pelayanan kesehatan tetap bisa meningkat meski ada penyesuaian anggaran,” ungkapnya.
Sadewo menegaskan bahwa efisiensi anggaran dari sektor kesehatan bukan berarti mengurangi kualitas layanan. Sebaliknya, dana yang berhasil dihemat akan dialokasikan untuk peningkatan fasilitas dan pelayanan kepada masyarakat secara lebih merata.
Inovasi Parkir Digital
Tak hanya pariwisata, sektor retribusi parkir juga menjadi fokus utama peningkatan PAD. Pemkab Banyumas telah membentuk Satgas Parkir dan dalam waktu dekat akan menguji coba sistem parkir digital berbasis aplikasi.
Uji coba awal akan dilakukan di kawasan Alun-Alun Purwokerto, dengan target transparansi lebih baik serta meminimalisasi kebocoran pendapatan daerah.
“Target retribusi parkir Rp 5 miliar yang sudah kita sepakati dengan DPRD Banyumas ini harus terpenuhi. Maka, sistem digitalisasi ini kita harapkan dapat menjadi solusi,” ujar Sadewo penuh optimisme.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Bupati Sadewo tetap menunjukkan keberanian dalam mengambil keputusan. Prinsipnya, pembangunan harus terus berjalan, namun rakyat jangan sampai terbebani.
Dengan strategi penguatan sektor pariwisata, efisiensi anggaran yang tepat sasaran, serta inovasi retribusi parkir digital, Sadewo optimis Banyumas mampu bertahan dan berkembang di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
“Saya yakin, dengan kerja sama semua pihak, Banyumas bisa tetap tumbuh. Kita tidak boleh berhenti berinovasi, dan yang terpenting, jangan sampai rakyat menjadi korban dari keterbatasan anggaran,” tutupnya.
Comments are closed.