Warga Ramai-Ramai Kembalikan Barang Jarahan, Posko Pemkot Pekalongan Kebanjiran Barang Elektronik
METROJATENG.COM, KOTA PEKALONGAN – Suasana Kota Pekalongan perlahan berangsur tenang setelah insiden kerusuhan yang melanda Kantor DPRD dan Balai Kota, Sabtu (30/8/2025) lalu. Jika sebelumnya publik dihebohkan dengan aksi penjarahan, kini giliran kabar berbeda yang mencuat: warga berbondong-bondong mengembalikan barang jarahan ke posko resmi Pemerintah Kota.
Sejak posko pengembalian dibuka Rabu (3/9/2025), tumpukan barang terus berdatangan. Dari laptop, televisi, hingga kulkas, semuanya diletakkan rapi di gudang sebelah selatan Ruang Staf Ahli Setda Kota Pekalongan. Bahkan, beberapa barang unik seperti tiang bendera dan plakat juga ikut dikembalikan.
“Alhamdulillah, ada warga yang datang sendiri ke posko. Ada juga yang menitip lewat kelurahan atau kecamatan. Intinya, masyarakat mulai sadar bahwa barang itu bukan milik pribadi,” kata Kabag Umum Setda sekaligus Koordinator Posko, Teguh Waluyo.
Sekitar 154 barang sudah kembali ke tangan Pemkot. Rinciannya, 88 barang elektronik, mulai dari sound system, dispenser, hingga laptop dan 66 barang non-elektronik, termasuk kursi, sepeda, dan bahkan sebuah sepeda motor. Meski sebagian masih utuh, tak sedikit yang kondisinya sudah rusak.
Pemkot memastikan warga yang mengembalikan tidak perlu takut. Identitas mereka dijaga kerahasiaannya, dan tidak akan ada proses hukum selama barang dikembalikan secara sukarela.
“Silakan titip lewat perangkat kelurahan atau kecamatan. Jangan khawatir, yang penting barang kembali,” tegas Teguh.
Saat ini, tim Pemkot masih menghitung total kerugian dan berapa persen barang yang sudah kembali. Namun yang lebih penting, kata Teguh, adalah munculnya kesadaran masyarakat.
“Aset ini milik bersama. Semakin cepat kembali, semakin cepat pula pelayanan publik bisa normal,” ucapnya.
Langkah warga mengembalikan barang jarahan dinilai sebagai tanda positif pemulihan pascainsiden. Pemkot pun menyampaikan apresiasi kepada mereka yang berinisiatif mengembalikan barang secara sukarela. “Ini bukan hanya soal barang, tapi soal tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap kota kita,” pungkas Teguh.
Comments are closed.