Sumur Bor Jadi Harapan Baru Petani Bligo Hadapi Kemarau
METROJATENG.COM, MAGELANG – Musim kemarau yang kerap membawa kekhawatiran gagal panen kini mulai teratasi bagi para petani di Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Harapan baru hadir setelah Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) membangun dua sumur bor dalam yang siap mengalirkan air untuk lahan pertanian.
“Kalau musim kemarau biasanya kami kesulitan air. Resikonya bisa gagal panen. Dengan sumur bor ini semoga bisa lebih aman,” ujar Kepala Desa Bligo, Sugiyanto.
Mayoritas warga Bligo menggantungkan hidup dari pertanian. Melalui survei lapangan, BBWSO menilai pembangunan sumur bor ini penting untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dua titik pengeboran dipilih, satu di timur desa untuk mengairi sekitar 30 hektar sawah, dan satu lagi di barat dengan luasan sama. Kehadiran sumur ini diharapkan mampu mengubah pola tanam petani, dari sawah tadah hujan yang hanya bisa ditanami padi pada musim tertentu, menjadi sawah produktif sepanjang tahun.
“Biasanya kami hanya bisa menanam padi dua kali lalu palawija. Kalau kemarau, padi tidak bisa tumbuh. Dengan adanya air dari sumur bor, kami bisa tanam padi lagi, bahkan ditambah jagung atau tanaman lain,” jelas Sugiyanto.
Proses pengeboran sendiri sudah berlangsung sekitar dua bulan dengan kedalaman lebih dari 100 meter. Lokasi sumur berada di sawah kas desa yang lapisan tanahnya cukup keras karena endapan erupsi Merapi.
“Kendalanya batu besar, jadi alat sempat terhambat. Tapi sekarang tinggal pelebaran lubang. Air sudah keluar, hanya volume debitnya perlu diuji lagi,” kata Tatang, salah satu pekerja pengeboran asal Bandung.
Dengan adanya sumur bor irigasi ini, para petani Bligo optimistis tak lagi dihantui gagal panen saat kemarau panjang. Mereka berharap desa yang selama ini hanya mengandalkan hujan, kini bisa menjadi sentra pangan yang lebih produktif.
Comments are closed.