Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Ghaisan Farm, Surga Buah Premium di Borobudur yang Tawarkan Makan Jambu Sepuasnya

METROJATENG.COM, MAGELANG – Borobudur tak hanya terkenal dengan candinya yang megah, tapi juga menyimpan destinasi agrowisata yang membuat pecinta buah jatuh hati. Namanya Ghaisan Farm, sebuah kebun buah yang memadukan pesona alam, edukasi pertanian organik, dan pengalaman memetik buah langsung dari pohonnya.

Berlokasi di Dusun Ngaran, Desa Borobudur, Magelang, Ghaisan Farm menjadi pelengkap unik bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi berlibur sekaligus belajar bertani. Dikelola oleh Puguh Tri Warsono, kebun ini merupakan pengembangan bisnis dari Anugrah Borobudur Cottage & Homestay.

Tidak seperti kebun biasa, Ghaisan Farm menerapkan sistem integrated farming. Belasan kelinci pedaging dipelihara bukan hanya untuk konsumsi, tapi juga sebagai penghasil pupuk organik. Air seni dan kotorannya difermentasi menjadi pupuk cair yang kemudian digunakan untuk menyuburkan pohon jambu, alpukat, jeruk, hingga durian.

“Semua limbah ternak kami olah kembali. Bahkan daun-daun kering pun kami manfaatkan untuk pupuk. Jadi nyaris tidak ada yang terbuang,” jelas Puguh.

Sejak 2022, Ghaisan Farm menanam deretan buah premium yang jarang ditemui di kebun biasa. Mulai dari alpukat Nikol, Miki, Kendil, hingga durian Musang King, Duri Hitam, dan Bawor. Ada pula jambu kristal Red Diamond dan Farang yang nyaris tak berbiji, serta jambu kristal merah yang masih sangat langka di Indonesia.

“Jambu kristal merah di sini manisnya renyah. Kalau di mal Jakarta bisa sampai Rp60 ribu per kilo, tapi di sini bisa makan sepuasnya dengan tiket masuk Rp20 ribu,” kata Puguh sambil tersenyum.

Sensasi Memetik Sendiri

Salah satu daya tarik utama Ghaisan Farm adalah paket wisata “Makan Jambu Sepuasnya”. Pengunjung boleh memetik sendiri jambu kristal langsung dari pohonnya dan menikmatinya di kebun. Untuk dibawa pulang, buah dijual mulai Rp15 ribu per kilogram.

Setiap bulan, sekitar 250 orang berkunjung ke Ghaisan Farm. Sebagian besar adalah wisatawan yang singgah sebelum atau sesudah ke Candi Borobudur. Kebun yang tertata rapi, jalan setapak yang dilapisi weedmat agar tak becek, dan suasana asri membuat pengunjung betah berlama-lama.

“Di sini wisatawan tak hanya memetik buah, tapi juga belajar bagaimana bertani secara organik. Kami ingin wisatawan pulang dengan pengetahuan baru, bukan sekadar foto cantik,” tutur Puguh.

Dengan kombinasi wisata, edukasi, dan koleksi buah premium, Ghaisan Farm layak masuk daftar destinasi wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke Magelang.

Comments are closed.