Tragedi Siswi Jatuh di UT Purwokerto, Kampus dan Keluarga Sepakat Berdamai
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Suasana duka masih menyelimuti Universitas Terbuka (UT) Purwokerto, Jawa Tengah, usai insiden tragis yang menewaskan seorang siswi SMK berinisial MA (17) pada Kamis (31/7/2025). MA dilaporkan terjatuh dari lantai empat gedung kampus saat tengah bertugas sebagai asisten tata rias untuk para penari yang akan tampil dalam acara peresmian gedung baru.
Peristiwa itu mengejutkan banyak pihak dan menjadi perhatian publik. Namun di balik duka mendalam, pihak kampus dan keluarga korban menunjukkan sikap bijak dan terbuka dengan memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Keduanya sepakat berdamai, tanpa proses hukum lanjutan.
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, menyampaikan bahwa pihak kampus sangat berduka atas kejadian tersebut dan menyampaikan empati yang mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan, UT tidak tinggal diam dan berkomitmen memberikan dukungan nyata sebagai bentuk tanggung jawab moral.
“Kami sangat terpukul atas kejadian ini. Sebagai bentuk kepedulian dan empati, kami memberikan beasiswa kuliah kepada kakak dan adik almarhumah. Kami juga membuka kesempatan kerja bagi mereka di lingkungan kampus,” ujar Prasetyarti.
Ia menambahkan bahwa pihak kampus akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan keselamatan gedung agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Keluarga Korban: Kami Ikhlas, Ini Sudah Takdir
Sikap lapang dada juga ditunjukkan keluarga MA. Dalam pernyataan resmi, pihak keluarga menyampaikan bahwa mereka menerima peristiwa ini sebagai musibah dan takdir dari Tuhan. Mereka tidak berniat membawa kasus ini ke jalur hukum.
“Kami mewakili keluarga sudah menerima kenyataan pahit ini. Ini memang sudah kehendak Allah, jalan terbaik dari Allah,” ujar Eko Iskadi, paman korban, di hadapan awak media.
Eko mengatakan, sejak awal keluarga telah menjalin komunikasi baik dengan pihak kampus. Kedua belah pihak menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan dan saling menghormati proses yang ada.
“Kami dan keluarga sepakat akan menyelesaikan dengan kekeluargaan. Kami juga berterima kasih kepada UT yang sudah memberikan perhatian luar biasa,” tambahnya.
Pihak keluarga juga telah menandatangani surat pernyataan resmi bahwa mereka tidak akan menuntut secara pidana maupun perdata atas insiden tersebut.
Peristiwa yang menimpa MA terjadi pada Kamis pagi, sekitar pukul 08.45 WIB. Saat itu, MA tengah menjalankan tugas sebagai asisten tata rias dalam rangkaian persiapan acara peresmian gedung baru UT Purwokerto. Diduga, korban terpeleset atau kehilangan keseimbangan saat berada di lantai atas gedung.
Insiden tersebut langsung mengundang perhatian dan evakuasi cepat dari tim kampus dan petugas medis, namun nyawa korban tidak tertolong. Jenazah MA kemudian dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan di kampung halamannya. Tragedi ini menjadi peringatan serius mengenai pentingnya sistem keamanan di lingkungan pendidikan, termasuk dalam mengatur aktivitas yang melibatkan siswa atau pelajar luar institusi.
Comments are closed.