Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Novita Hardini: Jangan Hancurkan Nafas Usaha Rakyat Kecil!

*Soroti Dampak Pajak E-Commerce terhadap UMKM

METROJATENG.COM, SUMUT- Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyoroti secara tegas dampak kebijakan perpajakan digital atau e-commerce terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

Menurutnya, di tengah gencarnya digitalisasi ekonomi, perhatian pemerintah seharusnya tak hanya sebatas pada legalitas dan formalitas, melainkan juga pada keberlanjutan usaha kecil yang rentan terhempas beban regulasi yang tidak proporsional.

 

“Jangan sampai UMKM yang baru belajar bernafas melalui digital, langsung ditekan dengan kebijakan pajak tanpa kesiapan ekosistem. Mereka ini bukan perusahaan raksasa, tapi tulang punggung ekonomi rakyat”, tegas Novita saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI di Danau Toba Sumut.

 

Perempuan yang dikenal aktif dalam pemberdaya UMKM itu menegaskan bahwa kebijakan perpajakan harus memperhatikan realitas di lapangan. Ia mencontohkan banyak pelaku UMKM yang sudah berusaha mengurus legalitas seperti sertifikasi halal, hak merek, hingga PT perorangan, namun masih menghadapi kendala birokrasi yang lamban.

 

“Dari dua tahun lalu daftar sertifikasi halal, sampai sekarang belum turun. Ini kan ironis, sudah didorong untuk formal tapi tidak difasilitasi dengan cepat, sekarang malah dihadapkan pajak”, ujarnya.

 

Politisi fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa pajak e-commerce yang dibebankan pada pelaku usaha kecil bisa menjadi penghambat alih-alih pendorong. Ia menilai bahwa fokus saat ini harus diarahkan pada penguatan kapasitas usaha, keberlanjutan produksi, dan edukasi digital yang konkret.

 

“UMKM itu perlu kepastian, bukan kejutan. Jangan sampai hari ini bisa jualan, besok tidak. Yang mereka butuhkan adalah kestabilan, agar bisa menyekolahkan anak, menghidupi keluarga, dan berputar ekonominya”, lanjutnya.

 

Lebih lanjut, Ia juga mengingatkan agar program-program pemerintah tidak hanya bersifat pada seremoni. Harus ada program nyata yang bisa menyentuh langsung kebutuhan UMKM dari pembiayaan, digitalisasi, hingga penguatan rantai pasok dan pasar.

 

“Saya apresiasi ada kolaborasi antar kementerian seperti Kementrian UMKM, Kementrian Hukum, dan lembaga-lembaga lainnya. Tapi mari kita pastikan bukan hanya soal penandatanganan MoU, tapi soal output dan dampak riil. Apalagi kalau menyangkut hajat hidup rakyat kecil”, tegas Novita.

 

Sebagai legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu, ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada pelaku UMKM. Ia juga mengajak seluruh pemangku kebijakan agar tidak menjadikan pajak sebagai instrumen yang membebani pelaku usaha kecil, melainkan sebagai alat pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

 

“Kalau UMKM kita kuat, ekonomi nasional juga kuat. Tapi kalau mereka tersungkur karena kebijakan yang tidak adil, kita semua yang akan rugi”, tutup Novita.(ris)

Comments are closed.