Gubernur Luthfi Gerak Cepat Redam Inflasi, Toko TPID Diperluas
METROJATENG.COM, SEMARANG – Harga kebutuhan pokok terus merangkak naik di sejumlah wilayah Jawa Tengah, memicu keresahan di tengah masyarakat. Tak tinggal diam, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengambil langkah cepat dan terukur untuk menahan laju inflasi yang mulai terasa dampaknya.
Pada minggu lalu, harga beras medium tercatat mencapai rata-rata Rp13.565 per kilogram, melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) nasional sebesar Rp12.500. Bahkan, di Kota Semarang dan Kota Pekalongan, harga beras sudah menembus Rp14.750. Menyikapi kondisi ini, Pemprov Jateng mengintensifkan berbagai upaya konkret, mulai dari operasi pasar hingga memperluas jangkauan Toko TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) ke 11 kabupaten/kota.
“Saya sudah minta seluruh kepala daerah segera mendirikan toko TPID di wilayahnya. Ini langkah nyata untuk menjaga harga tetap stabil,” tegas Luthfi dalam High Level Meeting (HLM) TPID bertema “Memperkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Guna Mendukung Stabilitas Harga”, Rabu (16/7/2025) di Hotel Gumaya, Semarang.
Tak hanya itu, strategi pengendalian inflasi juga diperluas melalui kemitraan pertanian. Pemprov telah menjalin kolaborasi dengan 15 mitra champion dan mengembangkan area tanam cabai hingga 300 hektare. Fokus komoditas strategis seperti cabai rawit dan bawang merah menjadi prioritas penguatan pasokan.
Untuk memperkuat benteng ketahanan pangan daerah, Luthfi juga menggerakkan BUMD Pangan dan 29 BUMP (Badan Usaha Milik Petani) di tingkat kabupaten/kota. Mereka akan bersinergi dengan koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan, yang digadang sebagai ujung tombak distribusi logistik pangan.
“Strategi ini kami jalankan dua arah, jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek fokus pada ketersediaan dan distribusi, sementara jangka panjang kami bangun ekosistem ekonomi digital, perkuat data pangan, dan siapkan food hub modern lengkap dengan fasilitas cold storage,” beber Luthfi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Rahmat Dwisaputra, mencatat inflasi Jateng pada Juni 2025 berada di angka 0,24 persen (month-to-month). Komoditas seperti beras, cabai rawit, bawang merah, ayam ras, dan telur menjadi kontributor utama kenaikan harga.
Ia menegaskan, BI siap mendukung penuh langkah strategis Pemprov Jateng. “Fokus kita adalah pengendalian harga bahan pokok penting. Model TPID yang sudah berjalan di 11 kabupaten/kota terbukti efektif. Saatnya diperluas ke seluruh wilayah Jateng,” kata Rahmat.
Dengan kombinasi kebijakan cepat dan pembangunan jangka panjang, Jawa Tengah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Semua langkah kini tengah digerakkan dan publik menaruh harapan besar pada keberhasilannya.
Comments are closed.