Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Magelang Dorong Lompatan Digital: Ratusan ASN, UMKM, dan Guru Antusias Ikuti Pelatihan AI dan Konten Kreator

METROJATENG.COM, MAGELANG – Kabupaten Magelang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital. Bersama Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Yogyakarta, pemerintah daerah menggelar program Digital Talent Scholarship (DTS) selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Juni 2025.

Resmi dibuka oleh Wakil Bupati Magelang, Sahid, di Ruang Bina Karya, Kompleks Setda Kabupaten Magelang, pelatihan ini tak hanya menjadi ajang belajar, tapi juga lompatan penting menuju ekosistem digital yang inklusif dan berdaya saing.

“Dunia digital bergerak cepat. Transformasi ini bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan. Kita harus siap, termasuk pelaku usaha kecil dan aparatur negara,” ujar Sahid saat membacakan sambutan Bupati Magelang.

Pelatihan DTS 2025 ini menyasar tiga segmen penting, aparatur sipil negara (ASN), pelaku UMKM, dan tenaga pendidik, dengan total peserta mencapai 230 orang. Mereka terbagi dalam tiga program strategis, yakni Government Transformation Academy (GTA), Digital Entrepreneurship Academy (DEA), dan Thematic Academy (TA).

Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Anton Susanto, menyebutkan bahwa pelatihan ini dirancang kolaboratif dan aplikatif. “Kami menggandeng para ahli dari universitas ternama seperti UGM dan BSI, serta praktisi industri dari berbagai daerah. Ini bukan pelatihan biasa, tapi investasi keterampilan masa depan,” tegas Anton.

Materi yang diajarkan pun kekinian, dari pengenalan kecerdasan buatan (AI) untuk pemasaran digital, riset pasar, hingga pembuatan konten berbasis AI dan perencanaan aksi digital.

Berlangsung di berbagai titik strategis di kompleks Setda dan Disdikbud Magelang, para peserta diwajibkan membawa laptop, smartphone, serta mengunduh aplikasi Digitalent Mobile untuk menunjang proses pembelajaran daring-luring yang dinamis.

Tak sekadar pelatihan, DTS 2025 menjadi sinyal kuat bahwa Magelang siap bersaing di tengah gempuran era digital. “Ini langkah awal. Harapannya, para peserta dapat menjadi agen perubahan digital di lingkungan masing-masing,” tutup Sahid.

Comments are closed.