Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Ini yang Dilakukan Taj Yasin, Dari Silaturahmi Hingga Evaluasi

Raih Suara DPD RI Terbanyak di Jateng

0

METROJATENG.COM, SEMARANG – Berbanding terbalik dengan mantan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang harus menelan kekalahan, mantan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen justru mendulang suara terbanyak dalam pencalonannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Pemilu 2024. Putra KH Maimoen Zubair ini meraih lebih dari 3 juta suara di Jateng.

Dengan perolehan suara tersebut, Taj Yasin menjadi calon anggota DPD RI peraih suara terbanyak di Jateng. Ia mampu mengalahkan suara putri dari petinggi PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto yaitu Casytha Arriwi Kathmandu.

Terkait perolehan suaranya yang spektakuler ini, Taj Yasin berbagi tips. Menurutnya, kunci dari perolehan suara salah satunya adalah karena ia rajin bersilaturahmi. Baik dengan tokoh agaman, tokoh masyarakat hingga masyarakat umum.

“Selama masa kampanye, saya bersilaturahmi di 100 titik yang tersebar di wilayah Jateng”, ungkapnya.

Taj Yasin mengatakan, kampanye DPD sangat berbeda dengan DPR maupun Pilkada, sebab DPD merupakan calon perseorangan yang tidak disokong partai politik. Sehingga yang harus dilakukan adalah rajin mengenalkan dan mendekatkan diri dengan pemilih.

“Jadi kita harus dikenal oleh pemilih, daerah yang belum mengenal, kita datangi lagi, jika perlu sampai dua kali”, tuturnya.

Evaluasi

Selain bersilaturahmi, kunci keberhasilan Taj Yasin lainnya adalah rutin mengadakan evaluasi dari pergerakan yang sudah dilakukan bersama tim. Tim kampanyenya akan memantau sejauh mana respons masyarakat di tempat yang sudah ia datangi, kemudian dilakukan evaluasi.

“Setelah saya berkunjung ke suatu daerah, maka tim akan menindaklanjuti dengan mengunjungi ulang untuk melihat respon masyarakat”, terangnya.

Meskipun selalu mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat, namun beberapa kali Taj Yasin juga mengakui, ada daerah yang sudah dikuasai incumbent DPD RI.

Leave A Reply

Your email address will not be published.