Antisipasi Longsor Susulan, Pj Gubernur Jateng Intruksikan Terapkan Operasi TMC
METROJATENG.COM, PEKALONGAN – Mengingat curah hujan yang dipresiksi masih tinggi, Pj Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Nana Sudjana meminta agar dilakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di wilayah Kabupaten Pekalongan. Operasi TMC ini sebagai langkah antisipasi terjadinya longsor susulan ataupun banjir.
“Dalam beberapa waktu ke depan, perlu ada operasi TMC lagi di Jawa Tengah. Hujan satu pekan terakhir cukup lebat dan intensitasnya tinggi,” kata Nana.
Operasi TMC, lanjut Nana, juga terkait untuk mempercepat pencarian koban longsor yang masih hilang. Mengingat, jika turun hujan lebat, maka pencarian korban akan terkendala, bahkan pada beberapa lokasi yang ekstrim harus dihentikan sementara.
Penanganan bencana longsor di Pekalongan ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP, dan relawan. Mereka terbagi sesuai fokus penanganan seperti pencarian orang hilang, membuka akses jalan, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, dan lainnya. Pemprov Jateng juga sudah menyalurkan bantuan senilai Rp 207 juta, ditambah dengan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jateng senilai Rp 289 juta.
“Kepada masyarakat, terus waspada, karena perkiraan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga Februari. Dan untuk seluruh pemerintah kabupaten/ kota sampai tingkat desa ,agar mewaspadai lokasi rawan bencana di wilayahnya sampai cuaca ekstrem selesai,” pesannya.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, permintaan operasi TMC tersebut diajukan untuk memudahkan pencarian dan mengantisipasi adanya bencana susulan. Khusus di wilayah Pekalongan, akan dilakukan TMC mulai hari ini, Kamis (23/1/2025) hingga sepekan ke depan.
“Operasi modifikasi cuaca di Pekalongan akan dilakukan sampai seminggu ke depan agar tidak terjadi cuaca ekstrem, sehingga pencarian tidak terganggu,” jelasnya.
Menurut Suharyanto, salah satu kendala pencarian korban hilang adalah faktor cuaca. Dalam dua hari terakhir terjadi hujan di tengah-tengah pencarian. Selain itu juga beberapa alat berat yang belum bisa masuk, karena akses tertutup.
Berdasarkan rapat koordinasi, pencarian korban hilang akan terus dilakukan sampai ketemu. Berdasarkan Standart Operational Procedure (SOP), waktu pencariannya memang 7×24 jam, namun telah disepakati akan ada penambahan waktu, sesuai permintaan ahli waris atau keluarga korban yang berharap keluarganya ditemukan.
Comments are closed.