Beradu Gagasan Majukan Desa, Andika Fokus Internet, Luthfi Pilih Ngopeni Genzi
METROJATENG.COM, SEMARANG – Pengembangan ekonomi kreatif dan kesenjangan desa dengan kota menjadi pembahasan pertama dalam debat kedua pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah (Jateng) yang digelar Minggu (10/11/204) malam. Paslon Andika Perkasa – Hendrar Prihadi yang mendapat kesempatan menjawab pertama, lebih fokus pada ketersediaan jaringan internet untuk memajukan desa.
Andika memaparkan, kesenjangan ekonomi desa dan kota disebabkan beberapa hal dan salah satunya adalah ketersediaan koneksi internet. Menurutnya, dari 7.810 desa di Jateng, masih banyak yang belum terjangkau internet. Karenanya ia berkomitmen, untuk menyediakan jaringan internet di seluruh desa.
“Kami berkomitmen menggelar koneksi internet di seluruh desa dan akan menyiapkan anggarannya. Bisa dengan viber optic dan ada juga yang tercover BTS, namun bagi desa yang tidak terjangkau keduanya, bisa menggunakan satelit komunikasi, karena internet adalah awal dari segalanya”, tuturnya.
Andika juga menyoroti SDM, serta adanya handphone untuk mengakses internet. Namun, secara perlahan, ia memastikan akan menggadakan pelatihan, supaya warga desa juga bisa memanfaatkan e commerce yang sekarang sudah banyak dimanfaatkan pula secara individu.
“Intinya untuk lebih memperpendek kesenjangan desa, yaitu dengan membuatnya lebih melek IT”, tegasnya.
Ngopeni Genzi
Sementara itu, calon gubernur Ahmad Luthfi yang berpasangan dengan Taj Yasin Maimoen lebih menitikberatkan untuk ‘ngopeni’ generasi Z. Di Jateng sendiri, genzi mendominasi hingga 50,2%, sehingga dengan membuka kesempatan bagi anak-anak muda untuk berkreatif, akan mampu mendongkrak perekonomian desa.
“Pekalongan dan Solo masuk kota kreatif, ini yang mendasari ekonomi kreatif harus ditegaskan dan di Jateng ada tiga yang menjadi fokus yaitu kuliner, fashion dan griya. Untuk mengangkat ekonomi kreatif harus berangkat dari desa. Di Jateng genzi ada 50,2%, karenanya kita akan ‘ngopeni’ anak-anak muda dengan memberika kartu genzinial. Dengan kartu ini, anak muda bisa mengikuti kursus dan berkesempatan mengembangkan ekonomi kreatif”, terangnya.
Mantan Kapolda Jateng ini juga berjanji akan membangun rumah kreatif di seluruh kecamatan, sehingga akan lahir anak-anak muda kreatif yang bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.
Comments are closed.