Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Senang Berbagi Ilmu dan Layani Anak Yatim, Kunci Sukses Ngatman Geluti Bisnis Barbershop

 

Tangan-tangan cekatan memainkan gunting terlihat dengan cepat memotong rambut seorang pelanggan. Dalam waktu kurang dari 30 menit, rambut pelanggan  sudah rapi dengan tren gaya rambut yang dipilihnya.

_____________________________________

Tri Sutristiyaningsih

_____________________________________

METROJATENG.COM, SEMARANG – Suasana Atfa Babershop di jalan Raya Kangkung no 1 Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal terlihat tenang dengan suara alunan musik, tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan seorang anak kecil berusia kurang dari 7 tanpa didampingi orang tuanya, minta rambutnya di potong.

“ Saya sangat kaget waktu itu, karena di tengah terik matahari anak tersebut masuk melalui pintu depan secara perlahan. Anak kecil berambut gondrong dan berantakan,  dengan malu-malu minta. dipotong rambutnya. Dengan spontan saya melihat kanan-kiri ternyata tidak ada orang tua yang mendampingi,” ungkap Ngatman, pemilik Atfa Barbershop.

Meski kaget, Ngatman tetap melayani dan memotong rambut anak kecil tersebut dengan cekatan. Kurang lebih 30 menit, rambut gondrong anak kecil yang ternyata seorang anak yatim, sudah terpotong dengan rapi. Anak kecil tersebut, melihat rambutnya sudah rapi, langsung mengucapkan terima kasih.

”Hati saya sangat terenyuh ketika anak itu mengaku sudah tidak memiliki orang tua sehingga tidak ada yang mengantar untuk cukur rambut,” cerita Ngatman, pemilik Atfa Barbershop yang berlokasi di jalan Raya Kangkung No 1, Kecamatan Kangkung, kabupaten Kendal.

Dari saat itulah, hati Ngatman tergerak untuk memberikan jasa potong gratis untuk anak-anak yatim piatu setiap hari Jumat, sejak tahun 2020 hingga sekarang. Pelanggan anak-anak yatim cukup banyak, dan usahanya juga terus berkembang dan kini sudah memiliki 3 cabang.

“Hati saya saat tergerak dan memikirkan berapa banyak anak yang membutuhkan jasa saya, sehingga saya ingin berbagi lebih banyak lagi. Saya sangat senang bisa meluangkan waktu untuk berbagi bersama anak yatim,” ungkap Ngatman  teringat momen tersebut.

Kebaikan hati Ngatman tidak berhenti hanya untuk melayani anak yatim potong rambut secara gratis. Sebaliknya dengan ilmu yang dimiliki, ia juga memberikan pelatihan untuk pemuda-pemuda pengangguran secara gratis. Tujuannya adalah untuk memberikan ketrampilan, sehingga mereka bisa mandiri dan bekerja untuk melanjutkan hidupnya.

“Saya senang sekali bisa bermanfaat untuk orang lain dan memberikan pendampingan wira usaha sampai mereka berhasil memiliki ketrampilan potong rambut, untuk bekal mencari pekerjaan, atau membuka usaha sendiri,” ungkapnya.

Profesional – Ngatman , pemilik Atfa Barbershop di Kendal tengah memperlihatkan keahliannya mencukur rambut pelanggan. (Dok/ Pertamina)

 

Meski banyak memberikan pelatihan potong rambut, Ngatman mengaku tidak merasa tersaingi. Justru ia akan bangga jika anak didiknya berhasil.

Diakui Ngatman, merekrut karyawan, merupakan tantangan yang cukup berat, karena memotong ramput dibutuhkan skill yang baik dan trampil. Dari sulitnya mencari karyawan inilah terinspirasi untuk melakukan pelatihan gratis bagi pengangguran yang ingin berprofesi sebagai tukang cukur hebat.

Banyaknya animo masyarakat yang ingin menjadi tukang cukur, Ngatman bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk memperluas pelatihan gratis. Oleh Disnaker disambut baik.  Untuk melakukan pelatihan gratis  kita bekerjasama dengan Lembaga Kursus Pelatihan IMMA (LKP IMMA) untuk membuka pelatihan potong rambut dan barbershop.

Menurutnya, apa yang dilakukan tersebut tidak hanya sebagai bentuk sosial semata, tapi juga sebagai strategi marketing untuk memajukan usahanya. Bakan kini sudah memiliki 3 cabang, pertama berlokasi di Desa Dempelrejo RT 3 RW 1, cabang kedua di LKP IMMA, dan cabang ketiga di jalan Raya Kangkung No.1, Karangmalang Wetan Satu, kecamatan Kangkung.

Meski sudah berhasil memiliki 3 cabang, Ngatman mengaku masih ingin memperluas pasarnya dengan membuka cang baru di luar Kendal. Untuk itu guna meningkatkan ilmu dan ketrampilannya ia mengikuti pelatihan Pertamina  UMK Academy  tahun 2024.

“Awal mula saya mengetahui informasi terkait pelatihan Pertamina UMK Academy ini dari media sosial dan kemudian langsung mendaftar,” imbuhnya.

Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dengan mengikuti pelatihan Pertamina UMK Academy.  Pertamina Umk Academy ini melakukan pelatihan dan pendampingan  dengan  berbasis pada empat kurikulum pengembangan utama yaitu Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global.

Program pelatihan ini disusun dengan metode yang efektif, dimana 20% waktu digunakan untuk pemaparan materi oleh trainer dan 80% waktu dialokasikan untuk diskusi dan aktivitas kelas. Peserta juga akan memiliki kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan trainer terkait berbagai tantangan yang mereka hadapi.

“Mulai dari bagaimana cara promosi, bagaimana cara go digital, dan bagaimana cara melayani pelanggan dengan baik. Dari pelatihan ini saya berharap semoga bisa membuka cabang baru dan bisa memperbanyak pelatihan lagi untuk peserta didik,” tandas Ngatman.

Meski sudah sukses membuka cabang baru , Ngatman tetap melayani potong gratis untuk anak yatim dan memberikan pelatihan untu remaja-remaja yang masih menganggur. Menurutnya pekerjaan tukang cukur adalah profesi yang baik dan mampu memberikan keuntungan yang banyak.

Atfa Barbershop Kendal

 

“Saya senang sekali ilmu dan ketrampilan yang saya miliki  bisa bermanfaat untuk orang lain. Apalagi melihat anak didik saya sukses dan bisa membuka peluang kerja baru untuk orang lain,” tutur Ngatman.

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho mengungkapkan, Pertamina UMK Academy merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan Pertamina, utamanya kepada pelaku UMK dengan tujuan meningkatkan taraf ekonomi, secara khusus bagi pelaku usaha tersebut maupun secara umum untuk perekonomian nasional.

“Pertamina UMK Academy dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing UMK lokal. Melalui program ini, kami ingin membantu pelaku UMK memperkuat usaha mereka, baik dalam meningkatkan kualitas layanan maupun memperluas pasar,” ungkap Brasto.

Ngatman dengan usaha Atfa Barbershop menjadi salah satu peserta inspiratif yang dihadirkan di Pertamina UMK Academy 2024.

“Pertamina UMK Academy bukan hanya soal ilmu bisnis, tetapi juga membangun kesadaran sosial di antara para pelaku UMK untuk memberdayakan komunitas mereka yang juga berdampak balik kepada usaha yang dijalankan secara positif,” tutup Brasto.

Saat ini di wilayah Jateng-DIY terdapat 133 peserta Pertamina UMK Academy. Peserta Pertamina UMK Academy terdiri dari mitra binaan Pertamina dan non binaan. Mereka akan mendapatkan bimbingan seperti pelatihan manajemen, keuangan dan lainnya hingga mereka bisa naik kelas.(*)

 

Comments are closed.